Tutup  
inovasi portal berita
Kamis, 2 Oktober 2014 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.11,976.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Kejamnya Debt Collector Bank Mega

Headline
Oleh:
Selasa, 23 April 2013 | 00:27 WIB


 



Tidak disangka bank yang dimiliki oleh Si Anak Singkong, Chairul Tanjung, ini mempraktikkan cara-cara tidak manusiawi dan menggunakan berbagai kalimat kotor untuk menagih tunggakan kartu kredit yang hanya telat dua bulan saja.



Padahal saya selalu rajin membayar tagihan sebelum-sebelumnya dengan tepat waktu. Kalau saya punya uang pasti juga akan saya bayarkan tagihannya. atau minimal membayar cicilannya. Hanya saja memang saya sedang ditimpa musibah, usaha saya bangkrut, keluarga juga sedang ada yang operasi.



Apakah begini cara mereka memperlakukan nasabahnya untuk sekadar menagih saja?



Yang paling menyakitkan hati saya adalah ibu saya yang akhirnya penyakit jantungnya kumat dan harus masuk ruang ICU RS Mitra Kampung Melayu, akibat dikata-katai kalimat kotor oleh petugas debt collector.



Tidak sepadan dengan utang kartu kredit saya yang hanya sebesar Rp20 juta saja. Bagian penagihan (debt collector) Bank Mega juga tidak merasa puas sampai di situ saja.



Bahkan mereka meneror tetangga kiri-kanan dengan menghubungi mereka melalui telepon rumah. Saya yakin dan percaya mereka mendapatkan nomor tersebut dari layanan penerangan 108.



Saya tidak tahu maksudnya apa? Mungkin saja mereka ingin menghancurkan kredibilitas diri saya demi utang Rp20 juta itu saja.



Ya Allah apakah sepadan dengan penderitaan yang saya tanggung? Saya tidak tahu harus bertanya siapa lagi selain mengirimkan keluh kesah ini kepada suara pembaca ini, semata-mata agar para nasabah bank Mega lainnya tidak mengalami hal tragis seperti saya.



Saya doakan Bank Mega bisa mengubah caranya dan pendekatannya dalam hal penagihan, karena kalau ada uang pun pasti nasabah akan melunasinya.



Kalaupun telepon tidak diangkat bukan berarti nasabah tidak mau bayar, hanya saja pikiran dan energi saya lebih baik digunakan untuk mencari uang untuk melunasinya daripada melayani terornya.



Semoga saja Chairul Tanjung yang katanya konglomerat itu menjadi kaya raya tetapi tidak menggunakan cara-cara keji seperti ini.



Semoga ibunya tidak mengalami seperti apa yang dialami ibu saya. Amin Ya robbal alamin.



Khrishna



Jl. Rambutan IV No 11, Pondok Gede.



Kota Bekasi

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
BERITA TERKINI
BERITA POPULER