Kamis, 24 Juli 2014 | 11:21 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Sertifikat Imunisasi untuk Bayi
Oleh:
web - Rabu, 28 Januari 2009 | 11:05 WIB
Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta membuat sejarah baru dalam program pemberian imunisasi rutin untuk bayi. Pada 27 Januari 2009, serentak di seluruh wilayah DKI Jakarta, bertepatan dengan program Gebyar Posyandu DKI, Dinas Kesehatan DKI memberikan untuk pertama kalinya sertifikat imunisasi Dasar Lengkap bagi bayi di bawah usia 1 tahun.

Acara pemberian sertifikat imunisasi ini dilaksanakan secara simbolik pada Posyandu Cempaka, RW 02, Kelurahan Cipete Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sertifikat Imunisasi perdana diberikan loangsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK DKI Ny. Tatty Fauzi Bowo (istri Gubernur DKI).

Mayun Pudja, Direktur Komunikasi MCCI/IP (Millennium Challenge Corporation Indonesia/ Immunization Project), mengatakan Sertifikat Imunisasi diberikan kepada seluruh bayi di DKI Jakarta yang lahir tahun 2008 lalu, dan telah selesai mendapatkan seri pemberian vaksin imunisasi dasar bagi bayi yang popular diistilahkan sebagai LIL(Lima Imunisasi Dasar Lengkap).

"Sejak anak lahir, serangkaian program pemberian imunisasi dasar diberikan kepada anak dengan jadwal yang tepat dan dosis vaksin yang akurat," kata Mayun.

Setelah anak lahir, lanjut Mayun, untuk mencegah penularan penyakit berbahaya diberikan rangkaian imunisasi Hepatitis (HB) 0, seketika sejak bayi lahir hingga 7 hari. Imunisasi BCG & Polio 1, diberikan sekaligus pada anak pada usia 1 bulan. Vaksin DPT/HB1 & Polio 2 diberikan pada saat anak menginjak usia 2 bulan. Vaksin DPT/HB 2 & Polio 3 untuk anak usia 3 bulan. DPT/HB3 & Polio 4 untuk anak usia 4 bulan dan terakhir anak usia 9 bulan atau selambat-lambatnya sebelum usianya mencapai 1 tahun diberikan imunisasi campak.

Rangkaian pemberian lima jenis vaksin inilah yang akan memberikan penguatan kepada anak dari ancaman PD3I (Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi). Bayi yang gagal mendapatkan imunisasi dasar lengkap akan rawan terkena penyakit berbahaya seperti TBC, Polio, Diphteri, Pertusis (Batuk 100 hari), Tetanus, dan campak yang tak jarang menyebabkan kecacatan (fisik) ataupun bahkan kematian.

Menurut Tatty Fauzi Bowo, pemberian Sertifikat Imunisasi ini dapat memantau jumlah anak yang telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap. "Dan sertifikat ini menjadi dokumen penting bagi anak sepanjang hidupnya," kata Tatty usai memberikan sertifikat imunisasi perdana di Cipete Utara.

Di seluruh dunia, kewaspadaan terhadap kejangkitan PD3I menjadi salah satu target penting, antara lain untuk mencegah jumlah kematian bayi dan oleh karenanya sejumlah badan dunia kini bekerjasama dengan Pemerintah RI untuk menurunkan angka kematian bayi dan ibu melalui penguatan cakupan imunisasi yang disepakati harus melewati target 80.5 %. Dan seluruh wilayah (hingga desa) diharapkan UCI (Universal Child Immunization) mencapai 100 %.

R Dijan Subromo dsubromo@kidvax.org
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
M.Z. Rasyid
Rabu, 25 Mei 2011 | 16:08 WIB
tolong dong contoh form sertifikat imunasasi..
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER