Minggu, 21 Desember 2014 | 16:55 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Suhu Udara Beku Landa AS, Ribuan Sekolah Tutup
Headline
Seorang perempuan berjalan di tengah suhu udara yang sangat dingin di kota Chicago, negara bagian Illinois - (Reuters)
Oleh:
web - Rabu, 8 Januari 2014 | 06:30 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Chicago - Sekitar 187 juta warga di kawasan Amerika Serikat bagian tengah dan Pantai Timur dilanda suhu sangat dingin akibat 'Polar Vortex' atau udara dingin yang bertiup dari Kutub Utara.

Ribuan sekolah di berbagai kota di AS ditutup hari Selasa (7/1/2014), sementara ribuan penerbangan dibatalkan.

Suhu di beberapa kawasan Amerika bagian tengah atau Midwest dan Pantai Timur atau Eastcost anjlok hingga ke -15 derajat Celsius di Virginia dan Maryland, hingga ke -27 derajat Celcius di Chicago dan -29 derajat Celcius di Minnesota, jauh lebih dingin dari di Kutub Selatan.

Wind-chill atau rasa dingin yang terasa pada kulit hampir dua kali lipat dari suhu yang ada. Jadi jika suhu udara tercatat -15 derajat Celcius di Virginia misalnya, maka wind-chill bisa mencapai -24 hingga -30 derajat Celsius.

Walikota Indianapolis di negara bagian Indiana, Greg Ballard mengatakan, belum pernah merasakan suhu sedingin ini dalam puluhan tahun dan meminta warga tidak keluar rumah jika tidak terpaksa.

Suhu sangat dingin ini tidak saja terasa di Washington, New York, Philadelphia, dan Boston, tetapi juga di daerah yang dikenal sebagai 'Deep South' termasuk Florida dan Texas bagian selatan yang biasanya suhunya tetap hangat pada musim dingin.

Pihak berwenang memutuskan untuk menutup sekolah di kawasan itu karena menilai suhu ekstrim ini berbahaya untuk anak-anak, yang bisa menderita frostbite atau radang dingin dalam waktu beberapa menit jika kulitnya terpapar.

Namun, kantor-kantor pemerintah, khususnya di ibukota Washington DC, tetap buka seperti biasa, meski pegawainya mengenakan pakaian berlapis-lapis untuk menahan suhu yang sangat dingin.

Suhu sangat dingin yang mengancam jiwa ini juga memaksa beberapa maskapai membatalkan ribuan penerbangan dan membuat layanan kereta api terganggu.

Seorang turis Jepang yang sedang berkunjung ke Chicago, berhasil tiba di kota itu meski mengalami penundaan penerbangan beberapa kali. Namun, ia kaget merasakan suhu yang sangat dingin.

Sementara itu, seorang narapidana yang kabur dari penjara di negara bagian Kentucky akhirnya memutuskan untuk menyerahkan diri kembali setelah bertahan di luar selama beberapa jam.

Pihak berwenang mengatakan, Robert Vick kabur Minggu (5/1/2014) malam dari kompleks penjara Blackburn Correctional, tanpa menyadari bahwa suhu sudah anjlok ke -12 derajat Celsius.

Setelah berada di luar selama beberapa jam, Vick akhirnya mendatangi sebuah motel dan meminta resepsionis motel menelepon polisi.

Badan ramalan cuaca mengatakan suhu ekstrim ini disebabkan oleh udara sangat dingin yang bertiup hingga jauh ke selatan, padahal biasanya hanya sampai di Kanada bagian utara.

Diperkirakan suhu akan kembali normal pada akhir pekan ini. [ikh/voa/reuters]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER