Selasa, 2 September 2014 | 01:35 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Headline
Apa Beda Sunni dan Shiah?
Oleh: Bachtiar Abdullah
web - Sabtu, 31 Agustus 2013 | 00:03 WIB
Berita Terkait

Praktik keagamaan

Salat

Dalam salat, orang Shiah meletakkan keningnya saat sujud ke sebuah material yang secara alamiah terbentuk, kebanyakan sebuah papan tanah liat (mohr), atau tanah (turbah) semasa zaman Karbala, tempat Hussein ibnu Ali meninggal, atau kini bersujug dengankening di atas sajadah.

Juga ada kebiasaan semacam ini di kalangan Sunni, seperti bersujud di atas tanah, atau di atas sesuatu yang tumbuh dari tanah.

Orang Shiah melakukan salat secara jamak: subuh sekali, sementara dhuhur dan asar digabung dan magrib disatukan dengan Isha’. Jadi orang Shiah memang salat lima kali namun dengan jeda yang sangat mepet antara dua waktu salat. Sementara orang Sunni bersalat dengan jeda waktu paling tidak satu jam.

Kaum Shiah dan pengikut mazhab Sunni Maliki menyedekapkan tangan mereka agak menyamping, sementara kalangan Sunni menyilangkan kedua tangan (tangan kanan di atas tangan kiri).

Nikah Mut’ah

Di kalangan Shiah diperboleh melakukan nikah mut’ah, perkawinan sementara dengan waktu terbatas – yang justru tidak diperbolehkan di komunitas Sunni atau kaum Shiah Ismailia tau Shiah Zaidi. Pernikahan semacam ini dianggap tidak sah karena seperti perzinahan.

Nikah mut’ah tidak sama dengan pernikahan misyar atau pernikahan arfi, yang tidak mengenal masa berlakunya dan diizinkan oleh beberapa kalangan Sunni.

Penikahan Misyar berbeda dengan pernikahan konvensional Islam, karena lelaki dalam pernikahan ini tak berkewajiban memberi nafkah kepada si wanita atas kehendak si wanita sendiri. Sementara si laki-laki dapat menceraikan si wanita kapan pun dia mau.

Jilbab dan pakaian

Wanita Sunni maupun Shiah sama-sama mengenakan jilbab atau hijab. Wanita Shiah yang taat secara tradisional mengenakan hijab berwarna hitam sama seperti para wanita Sunni di Teluk Arab. Para pemimpin Shiah juga menggunakan jubah hitam.

Wanita Shiah dan Sunni mengenakan hijab dengan cara berbeda. Beberapa pemuka Sunni menekankan perlunya menutupi seluruh badan termasuk melindungi muka di public, sementara ulama lain mengatakan muka tak perlu ditutup hijab.

Kaum Shiah meyakini bahwa hijab harus menutupi lingkaran wajah hingga dagunya. Sebagian wanita Shiah, seperti yang di Iran dan Irak, menggunakan tangan mereka memegangi cadar hitam, agar menutupi wajahnya saat berada di muka umum seperti orang Sunni.

SEBELUMNYA BERIKUTNYA
Praktik keagamaan

HIGHLIGHTS NEWS LAINNYA

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER