Jumat, 22 Agustus 2014 | 02:59 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Tentara Mesir Dikutuk PM Turki Sampai Menlu AS
Headline
Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan - (presstv.ir)
Oleh: Bachtiar Abdullah
web - Minggu, 28 Juli 2013 | 15:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Ankara - Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengutuk maraknya kekerasan yang terjadi di Mesir belakangan ini.

Di Mesir, demokrasi dibantai, aspirasi nasional dibantai, dan sekarang bangsa Mesir yang dibantai, kata Erdogan di Ankara, Sabtu (27/7/2013).

Mereka yang tetap seolah tenang menghadapi pembantaian ini, padahal tangan dan mukanya belepotan dengan darah, tambahnya.

Erdogan dikenal sebagai orang yang Islamis dan cenderung seiring sejalan dengan presiden Mesir terguling Mohamed Morsi yang berafiliasi dengan kubu Ihkwanul Muslimin.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan Mesir ini berada pada 'momen sangat penting' selama dua tahun terakhir sejak pemberontakan yang berhasil menggulingkan presiden yang terlalu lama berkuasa, Hosni Mubarak.

Kerry mengatakan 'keputusan akhir' revolusi Mesir yang mengantar Morsi ke kursi kekuasaan sebagai pemimpin pertama yang terpilih secara demokratis sebelum militer mendepaknya 'bakal selamanya terdampak dengan apa yang terjadi sekarang'.

Kerry mengatakan para petinggi Mesir 'memiliki kewajiban moral dan legal' agar menghormati persidangan majelis (dewan konstituante, parlemen, kejaksaan agung, mahkamah agung) yang damai dan menyatakan respek kepada kebebasan berekspresi.

Ia mengatakan kekerasan yang berlanjut bakal menjadi langkah mundur bagi sejumlah upaya rekonsiliasi dan demokratisasi, serta berpengaruh terhadap stabilitas regional.

Uni Eropa juga ikut prihatin dengan banyaknya korban tewas di Mesir menyusul perkembangan sejumlah bentrok yang mematikan.

Presiden Mesir Mohamed El Baradei megutuk keras 'penggunaan kekerasan berlebihan' oleh pasukan Mesir untuk membubarkan demonstrasi para pendukung presiden terguling Mohamed Morsi, hingga Sabtu malam kemarin.

Saya mengutuk keras pengunaan kekerasan berlebihan yang menyebabkan jumlah korban yang banyak, Saya bekerja keras memadamkan konfrontasi dengan cara damai, Allah melindungi Mesir dan memaafkan mereka yang menjadi korban, tulisnya di Twitter, Sabtu.

Imam Besar Al-Azhar yang menganut aliran Sunni, juga mengutuk penggunaan kekerasan secara berlebihan. Al-Azhar mengutuk kematian sejumlah syuhada yang menjadi korban peristiwa sekarang, ujar Syekh Ahmed al-Tayyeb yang menjadi pemimpin Al-Azhar yang bermarkas di Kairo.

Al-Tayyeb mendesak dilakukan investigasi hukum dan menjatuhkan hukuman kepada mereka yang bertanggung jawab 'tak peduli apa afiliasi' politiknya.

Mohamed Adel, seorang anggota biro politik gerakan pemuda 6 April, mengatakan kepada Al-Jazeera bahwa gerakan ini mengutuk pembunuhan para demonstran, dan mendesak supaya menteri dalam negeri sementara Mesir Mohamed Ibrahim digusur.

Gerakan 6 April berpartisipasi dalam demo-demo penggulingan Morsi, dan mengkritik kebijakan-kebijakan Morsi.

Sementara itu Front Penyelamat Nasional menulis pernyataan, turut 'bersedih sedalam-dalamnya' atas kematian warga negara Mesir dalam sejumlah bentrok berdarah.

Front ini mengutuk Ikhawnul Muslimin menghimpun pendukung di Masjid Rabaa Al Adawiyeh beberapa bulan belakangan dan 'mengajak paraa pendukungnya menyerang properti pemerintah dan mengancam jiwa warga negara Mesir'.

IM meyakinkan para pendukungnya mereka bakal dihormati dengan memperoleh gelar syuhada (mati syahid), jika mereka turut serta dalam sejumlah serangan keras. Mereka minta segera digelar penyelidikan sesuai hukum yang berlaku.

Di lain pihak, kubu IM menuuduh militer Mesir sudah melewati garis merah pembatas dan membunuh mereka. Tentara, munurut Gihad El-Haddad, masih menahan ribuan orang.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER