Rabu, 1 Oktober 2014 | 21:17 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Gadis Belia Pengungsi Suriah Terpaksa Dikawinkan
Headline
(Foto : istimewa)
Oleh: Bachtiar Abdullah
web - Kamis, 13 Juni 2013 | 19:19 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Amman - Perang saudara berbau sektarian di Suriah belum tampak ada tanda-tanda bakal usai. Beberapa pengungsi Suriah di Jordania bahkan menawarkan para puterinya yang masih di bawah umur untuk dinikahkan demi keselamatan dirinya dan menghindari tekanan ekonomi keluarganya.

Seorang pengungsi Suriah yang bernama Abu Mohammad, ragu menikahkan puterinya dengan warga Arab Saudi berusia 40 tahun demi kehidupan yang lebih baik dan menghindari problem keuangan keluarga.

“Itu pilihan terakhir yang ingin saya lakukan,” ujar Abu Mohammad, 50 tahun, kepada AFP di tenda pengungsi di kamp pengungsi Zaatari utara. Di kamp pengungsi ini ada 160 ribu pengungsi Suriah, sama dengan populasi kota nomor lima terbesar di Jordania.

Ayah enam anak ini bilang suami puterinya yang berasal dari Arab Saudi “bernjanji membantu kami sampai krisis berakhir dan kami pulang ke Suriah.”

Dominique Hyde, perwakilan UNICEF di Jordania, bilang bahwa tak jelas seberapa banyak terjadi perkawinan dini, namun ada tanda-tanda kini hal itu marak terjadi.

Menurut Menteri Dalam Negeri Jordania Hussein Majali, pemerintahnya mencatat ada 1.209 pernikahan antara pria Jordania dan perempuan Suriah saat warga Suriah mengungsi ke Jordania pada 2011.

Lelaki bukan warga negara Jordania yang menikahi wanita Suriah, menurut catatan pemerintah Jordania, jumlahnya 331 orang. “Angka ini tergolong normal,” ujar Majali.

Menurut data PBB, Jordania menampung 500.000 warga Suriah. Sekitar 70 persen pengungsi Suriah adalah wanita dan anak-anak. Seorang pengungsi Suriah bernama Said menikahkan puterinya yang berusia 15 dan 16 tahun sekitar sebulan silam. “Saya menganggur, menderita kelumpuhan dan tak bisa menghidupi keluarga saya,” ujar ayah 10 anak itu.

“Apa yang dapat saya lakukan? Kamp pengungsi adalah tempat yang berbahaya dan saya takut dengan keselamatan anak saya. Saya rasa pernikahan (dini) adalah solusi terbaik,” katanya. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER