Rabu, 23 Juli 2014 | 20:57 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Inilah Alasan PDIP Tolak Penaikan Harga BBM
Headline
Maruarar Sirait, Ketua DPP PDI Perjuangan - (Foto : inilah.com)
Oleh: Silviana Ramadhani
web - Kamis, 2 Mei 2013 | 01:10 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Menolak keras penaikan harga BBM, Maruarar Sirait, Ketua DPP PDI Perjuangan menyampaikan alasannya. Menurutnya, pemerintah dapat mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah subsidi dengan melakukan penghematan di berbagai aspek.

"Lakukan satu penghematan. Sisa anggaran lebih setiap tahun itu mencapai 30 triliun. Yang terserap tinggi itu belanja pegawai belanja barang dan modal," jelas Arar, sapaan akrabnya, Rabu (1/5/2013).

Selain penyiasatan dana di atas, kata dia, hal kedua yang dapat dilakukan pemerintah adalah efisiensi perjalanan dinas. "Audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) 2011 datanya ada pemborosan 40%, belum lagi yg lain-lain," jelasnya.

Bukan hanya itu, Arar juga menanyakan bea keluar batubara yang jumlah ekspornya besar namun bea masuknya tidak ada. "Tahun lalu pemerintah mengeluarkan biaya mineral, bauksit, nikel dan sebagainya tetapi tidak ada batubara. Padahal batubara itu yang saya tahu produksi buat ekspor mencapai 240 triliun," tunturnya.

Jika jumlah tersebut dikalikan 20% menjadi 48 triliun. "Jadi kenapa tidak dikeluarkan, padahal batu bara adalah hasil kekayaan alam indonesia," tanyanya.

Arar menuturkan, jika bisa 20% tersebut dikeluarkan, pemerintah tidak perlu menaikkan harga BBM.

Ia lalu melanjutkan, seharusnya bea keluar batubara dan cukai bumbu penyedap dan juga dari minuman sudah dibahas 2,7 triliun setiap tahun. Melalui ini saja, estimasi antara pengeluaran dengan penerimaan baru sudah selesai. "Tidak perlu naik dan tinggal good will dari pemerintahnya saja," jelasnnya.

Dari penjelasan tersebut, Arar kembali merangkum bahwa partainya menawarkan dua pilihan kebijakan. "Sebagai partai oposisi kita tawarkan dua gagasan yaitu efisiensi dan meningkatkan penerimaan baru," jelasnya.

Selain karena dapat disiasati dengan dua hal tersebut, Arar menjelaskan bahwa ia menolak penaikan harga BBM karena awal Januari sudah ada kenaikan tarif dasar listrik. "Sedangkan daya beli tetap bahkan cenderung turun. Karenanya, saya pikir tidak tepat untuk menaikan BBM," tambahnya. [ton]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
aji R
Senin, 13 Mei 2013 | 17:09 WIB
gmn kalo penghematannya juga meliputi gaji anggota dewan... walau hanya setahun, lumayan lho untk pencitraan... :)
prita
Jumat, 3 Mei 2013 | 10:33 WIB
ayo, menjelang pemilu...isu paling hangat untuk komoditi kampanye sebelum waktunya sudah dimlai...masyarakat akan bersimpati dengan partai2 yang menolak kenaikan bbm dengan alasan kesejahteraan rakyat, tetapi sayang itu hanyalah janji2 kampanye...
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER