Jumat, 31 Oktober 2014 | 18:15 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Ketentuan BBM Subsidi Teranyar Dibahas Mendetil
Headline
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa - inilah.com/Wirasatria
Oleh: Agus Rahmat
web - Rabu, 17 April 2013 | 16:26 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Ketetapan sistem baru BBM subsidi dibahas secara detil, hingga ke teknis operasional.

“Yang penting pendalaman kita ini sampai kepada teknis operasi di lapangan. Semua menunjukkan siap kalau itu kita aplikasikan. Walau belum keputusannya (harga BBM), tapi pendalamnnya ke arah itu,”ujar Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, usai rapat terbatas di Jakarta Rabu (17/4/2013).

Menurut Hatta, ada sekitar 5000 SPBU di tanah air yang dinilai siap mengaplikasikan sistem baru BBM ini. Masalah pasokan juga dinilai sudah mencukupi. “Tadi dari google, dari petanya ada 5000 lebih SPBU di seluruh tanah air. Itu tidak menunjukkan tanda-tanda bisa chaos atau tidak terlayani, semuanya cukup,”ujarnya.

Hatta mencontohkan kendaraan pelat kuning yang rutenya tetap. “Dia tidak kemana-mana dan itu bisa dihitung. Misalkan jalan ini ada angkot nomor sekian lewat, pom bensin ada disitu,”katanya.

Sementara untuk kendaraan pribadi yang menggunakan pelat hitam, sosialisasinya dilakukan melalui google. “Orang bisa ngecek lewat smsnya di jalan ini ada gak (SPBU). Jadi sistim informasi berjalan sehingga semua terpenuhi,”jelasnya.

Hatta mengakui, penerapan ketentuan harga BBM baru ini berpontensi memicu inflasi. Namun, hal ini bisa dikendalikan. Kendati demikian, ia enggan memprediksikan tingkat inflasi pascapenerapan sistem ini. “Saya jangan meramal inflasi, nanti ada expected inflation,”ujarnya.

Ia pun meramalkan, tidak akan terjadi gejolak ekonomi yang besar, terkait dampak sistemik penerapan sistem baru ini. Pasalnya angkutan umum tidak mengalami kenaikan harga BBM, sehingga transpor dan harga pangan pun tidak terimbas. “Kita tidak ribet mikirin ongkos naik. Yang lain tetap normal, biasa. Transpor biasa gak ada kenaikan karena pelat kuning tetap subsidinya penuh.”

Hatta menambahkan, dalam mengambil kebijakan yang punya pengaruh terhadap perekonomian secara keseluruhan, segala sesuatu harus dimatangkan melalui pengujian dan simulasi. Bila hal ini dilakukan, maka kendala bisa diminimalisir. “Kan harus ada kehati-hatian, akurasi, mapping SPBU di tanah air. Diuji kalau ini bagaimana, kalau ada ini gimana responnya. Pokoknya, akhir bulan teknisnya siap,”ujarnya.

Untuk landasan aturan, Hatta menyerahkan urusa tersebut ke ESDM, “Itu ESDM. Ketentuannya diputuskan dalam rapat kabinet, kemudian diumumkan oleh ESDM. Itu ketentuannya, keppresnya begitu,”katanya. [ast]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER