Kamis, 27 November 2014 | 22:51 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kontroversi Soal PKI Mencuat Lagi
Headline
Rais Syuriah PBNU KHA Hasyim Muzadi - (inilah.com/Agus priatna)
Oleh: Herdi Sahrasad
web - Senin, 15 April 2013 | 20:40 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Gerakan eks anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) dan keturunannya agar pemerintah, TNI dan Nahdlatul Ulama meminta maaf, memberi kompensasi, dan rehabilitasi, kini menimbulkan pro-kontra.

Harus diakui, kini banyak anak-anak muda yang mulai tertarik dengan ajaran Marxisme dan banyak kalangan yang mulai melihat pemberontakan G-30-S/PKI sebagai rekayasa Orde Baru, padahal generasi sekarang tidak tahu banyak tentang PKI. “NU punya bukti siapa mereka," kata Rais Syuriah PBNU KHA Hasyim Muzadi.

Ketua PBNU HA Slamet Effendy Yusuf menegaskan bahwa pihaknya menolak meminta maaf kepada Partai Komunis Indonesia (PKI) karena PKI bukanlah korban, melainkan pemberontak.

Para anggota PKI dan keturunannya memang menuntut negara, TNI, dan NU meminta maaf. “Tapi hal itu tidak mungkin karena NU itu anti-komunis dan komunis itu bertentangan dengan Pancasila," katanya.

NU memiliki bukti sejarah bahwa PKI adalah pemberontak yakni shalawat badar dan Banser. Shalawat Badar diciptakan pimpinan NU di Banyuwangi untuk melawan PKI. “Jadi hal itu membuktikan bahwa PKI itu musuh, bukan korban," kata Slamet Effendy Yusuf

KHA Hasyim Muzadi mengajak negara dan TNI untuk tidak melayani tiga tuntutan PKI yakni meminta maaf, kompensasi, dan rehabilitasi. Kalangan NU kini justru harus waspada, karena dikhawatirkan keturunan PKI sekarang bukan berhadapan langsung dengan TNI, NU, dan negara, melainkan melakukan penyusupan.

Penyusupan itu bukan hanya dalam bentuk "Paguyuban Korban Orde Baru", namun mereka juga menyusup ke parlemen di Senayan, birokrasi melalui pilkada langsung, dan bahkan menyusup ke NU.

Dalam hal ini, Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen yang sekarang menjadi politisi PPP, menyatakan, "Pemberontakan PKI sebagai rekayasa Orba itu tidak benar, karena PKI sempat mengajak Soeharto, tapi Soeharto tidak mau," katanya.

Pandangan itu juga dibenarkan staf khusus Kapolri Brigjen Pol Anton Tabah. "Generasi muda sekarang perlu diberitahu fakta yang sebenarnya terjadi saat itu, karena PKI memutarbalikkan fakta, sedangkan generasi muda tidak mengalami fakta yang sebenarnya," katanya.

Baginya, melawan PKI merupakan jihad yang sesungguhnya, karena PKI itu memiliki pola yang lihai yakni penunggangan atau penyusupan yang bila tidak diwaspadai akan menyebabkan terjadi ketegangan lagi seperti di 1948 dan 1965.

Kalangan ulama NU menilai, jika tidak jernih dan cerdas dalam melihat fakta sejarah, maka sikap pro-kontra dan kontroversi soal PKI bakal merebak lagi di kalangan publik. Akibatnya, bangsa ini yang kelelahan, tersandera masa lalu dan merugi. [berbagai sumber]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
sobri m
Rabu, 17 April 2013 | 05:41 WIB
kekuatan komunis mulai bangkit, mereka sudah masuk ke sendi2 kehidupan berbangsa dan bernegara, ada yang di eksekutif dan legislatif..mereka seperti bunglon yang menghalalkan segala cara agar bisa diterimz di komunitas barunya. agenda utama mereka saat ini adalah melakukan rehabilitasi nama agar dapat diterima oleh masyarakat Indonesia dengan memutar-balikkan fakta dan mengaburkan sejarah yang ada..HATI-HATI bahaya laten komunis masih ada
bojongkenyot
Selasa, 16 April 2013 | 23:26 WIB
persoalan komunis di indonesia mirip dgn yg terjadi di afghanistan,USA memakai kaum islam radikal untuk menghadang soviet di era perang dingin,perang di serbia dan bosnia jadi saksi bisu kelihaian USA.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER