Sabtu, 20 Desember 2014 | 14:14 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pemilu Malaysia Bakal Damai dan Demokratis?
Headline
ist
Oleh: Bachtiar Abdullah
web - Rabu, 3 April 2013 | 14:15 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Kuala Lumpur – Mengantisipasi pemilihan umum Malaysia yang bakal menjadi sejarah baru, Perdana Menteri Malaysia Rabu (3/4) menjamin jika terjadi perubahan pemenang pemilu di tingkat negara bagian atau federal akan berlangsung damai.

“Dengan ini saya jamin kalau terjadi perubahan kekuasaan apakah di tingkat negara bagian atau federal, perubahan itu akan berlagsung dengan damai,” ujar Najib yang disiarkan secara langsung oleh televisi.

Apakah ini akan menjadi pertanda parlemen federal segera dibubarkan dan pemilu bisa digelar 60 hari setelahnya? Media Malaysia sudah terlalu lama menunggu pembubaran parlemen Malaysia ini.

Najib juga meminta kubu koalisi yang memerintah maupun kubu oposisi menunjukkan semangat menjunjung demokrasi dalam pemilihan umum mendatang. Seusai menyampaikan pidatonya, Najib berjabat tangan dengan para anggota kabinet yang sebelumnya sudah menggelar rapat terakhir.

Pengumuman yang disampaikan Najib mengakhiri spekulasi yang merebak dua tahun belakangan ini mengenai kapan bakal digelar pemilihan umum, setelah ia menggantikan Abdullah Badawi pada 2009. Abdullah dipaksa mengundurkan diri menyusul miskinnya perolehan suara Barisan Nasional (BN) dalam pemilu 2008.

Jaminan yang diucapkan Najib seolah memberi napas lega di kalangan rakyat Malaysia terhadap pemilu yang diyakini bakal menjadi torehan sejarah baru. Karena koalisi Barisan Nasional dianggap sudah terlalu lama berkuasa sejak Malaysia merdeka dari Inggris pada 1957.

Mungkin rakyat Malaysia sudah bosan dengan pemerintah yang itu-itu saja dan berharap Pakatan Rakyat (PR) yang bakal memerintah Malaysia. Para analis mengatakan beberapa partai pendukung koalisi BN terutama Malaysian Chinese Association (MCA), Parti Gerakan Rakyat Malaysia dan Malaysian Indian Congress, kemungkinan bakal menyeberang memilih koalisi Pakatan Rakyat.

Dengan demikian, menurut para analis yang dikutip Harakah Daily milik Parti Islam Se-Malaysia/PAS yang merupakan anggota PR, kemungkinan BN akan terjengkang dari kursi pemerintah federal. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER