Kamis, 28 Agustus 2014 | 08:00 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Rusia Minta Korut Tahan Diri
Headline
Ist
Oleh: Bachtiar Abdullah
web - Minggu, 31 Maret 2013 | 16:01 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Moskow – Rusia mendesak dua negara Semenajung Korea agar menahan diri, setelah Korea Utara dilaporkan sudah menyatakan perang terhadap Korea Selatan, kata Kementerian Luar Negeri Rusia, Sabtu (30/3).
Media internasional melaporkan pernyataan Korut yang disebarluaskan oleh kantor berita Korut KCNA. KCNA menulis Korut “memasuki perang” dengan Korsel, dan semua masalah antara kedua negara bertentangga itu akan dikendalikan sesuai dengan aturan perang.
Namun, menurut RIA NOVOSTI (Sabtu, 30/3), penerjemahan yang keliru mungkin bisa menjadi penyebab retorika yang sering tidak tepat ini.
Moskow “menentang pernyataan dan langkah yang bakal meningkatkan eskalasi ketegangan dan berharap semua pihak bertanggung jawab atas nasib Semenanjung Korea,” ujar pernyataan Kemlu Rusia. Rusia akan terus mengkontak para mitranya dalam pembicaraan “enam pihak”, yaitu dua Korea itu, China, AS dan Jepang.
Korut dan Korsel sesungguhnya tidak “berdamai” secara teknis karena tidak ada pakta perdamaian yang ditandatangani seusai perang Korea pada 1953. Zona Demiliterisasi antara kedua negara yang dijaga dengan persenjataan adalah yang paling ketat di dunia.
Pada tanggal 11 Maret 2013, Korsel dan AS mulai menggelar latihan perang-perangan tahunan dalam skala besar yang memakai nama sandi “Key Resovle”. Latihan perang-perangan ini melibatkan 10.000 pasukan Korsel dan 3.500 tentara AS.
Sebelum latihan digelar, Pyongyang mengancam melakukan serangan nuklir terhadap AS, dan Korut pun berencana menyudahi Perjanjian Gencatan Senjata Perang Korea.
Jika AS dan Korsel terus menggelar latihan perang-perangan, Korut akan melakukan pembalasan. Kamis pekan ini AS mengerahkan pesawat pengebom siluman B-2 yang bertenaga nuklir dalam latihan “pencegahan yang diperpanjang” yang terbang di atas Korsel.
Para pejabat AS mengatakan latihan ini sudah semestinya “mendemonstrasikan dengan jelas maksud AS mencegah agresi di Semenanjung Korea”.
Korut menjawab pada hari Jumat dengan menempatkan kekuatan roket strategis miliknya yang siap merontokkan serangan udara AS dan Korea.
Alexei Pushkov, ketua komite urusan luar negeri Duma (parlemen Rusia), mengatakan pada hari Sabtu bahwa pemimpin Korut Kim Jong-un sebenarnya tak menghendaki perang.
“Ancaman Korut mengirim signal ke AS bahwa biarkan masalah Korea diselesaikan Korea. Tapi jika main-main, tak seorang pun bisa melindunginya. Kim Jong-un muda tak mungkin menginginkan perang, ia punya isteri yang cantik dan rencana besar. Ia ingin melindungi negaranya dan kekuatan yang dimilikinya. Namun ia sedang memaikan permainan yang berbahaya,”ujar Pushkov dalam Twitternya. [tjs]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER