Jumat, 1 Agustus 2014 | 04:38 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Majalah InilahREVIEW Edisi ke-30 Tahun II
Mengintip A320 Lion Air
Headline
istimewa
Oleh:
web - Senin, 25 Maret 2013 | 10:03 WIB
Berita Terkait

BILA tidak ada halangan, mulai Juli 2014, pesawat Airbus A320 yang dipesan PT Lion Mentari Airlines untuk Lion Air, akan berdatangan. “Secara bertahap hingga mencapai 234 pesawat pada tahun 2026,” ujar Rusdi Kirana, Presiden Direktur dan CEO PT Lion Mentari Airlines.

Airbus A320 adalah pesawat berlorong tunggal. Pesawat ini didesain untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah. Di perut pesawat, dibuat 150 tempat duduk untuk kelas bisnis dan ekonomi atau 180 tempat duduk seluruhnya kelas ekonomi. “Pesawat ini hemat bahan bakar, sehingga memungkinkan Lion Air beroperasi dengan biaya terendah dan tetap menawarkan tarif paling kompetitif di Asia,” kata Rusdi Kirana.

Asal tahu saja, Airbus A320 menggunakan sharklet atau wing-tip yang berfungsi untuk menghemat bahan bakar hingga 3,5% dan mengurangi emisi karbondioksida 700 ton per pesawat.

Airbus A320 pertama kali diperkenalkan ke publik pada 28 Maret 1988. Dalam perjalanannya, pesawat ini mengalami bongkar pasang mengikuti perkembangan teknologi penerbangan. Versi terakhir A320 adalah A320 Neo, yang telah dilengkapi berbagai teknologi baru. Varian lainnya adalah A320, A319, A319CJ (untuk pesawat pribadi), dan A321.

Airbus A320 dijejali oleh berbagai teknologi canggih, seperti penggunaan komposit di sayap pesawat. Dengan versi baru ini, Airbus A320 lebih efisien 20% dibandingkan desain sebelumnya.

Airbus A320 memiliki panjang 37,57 meter dengan jarak tempuh 6.100 kilometer. A320 memiliki dua pilihan mesin, yaitu CFM56-A5 buatan CFM International's LEAP-X dan V2.5-A5 serta tambahan satu pilihan mesin untuk A320 Neo yaitu PW1.100G PurePower buatan Pratt & Whitney.

Pada Februari 2013 lalu, sejumlah maskapai dari berbagai negara telah memesan sebanyak 12.474 pesawat A320. Dari jumlah itu, Airbus baru mengirim 7.710 pesawat A320. Saat ini, 7.150 unit A320 telah beroperasi di seluruh dunia.

Rusdi Kirana mengatakan, dengan membeli Airbus A320, Lion Air akan melakukan ekspansi ke berbagai negara di Asia Pasifik. “Termasuk Australia. Kami juga melihat Myanmar bisa menjadi kesempatan,” katanya.

Dudi Sudibyo, pengamat industri penerbangan melihat ekspansi yang akan dilakukan Lion Air itu cukup menarik. Apalagi, rencana ini didukung dengan progam pembangunan sebanyak 24 bandar udara baru pada tahun ini. “Lion Air juga berencana mendirikan anak usaha (maskapai baru) di beberapa negara, seperti Australia, Vietnam, dan Thailand,” ujar Dudi kepada InilahREVIEW.

Masalahnya, mampukah Lion Air bersaing dengan maskapai yang ada di kawasan Asia Pasifik? Soalnya, bukan apa-apa, Lion Air selama ini dikenal sebagai maskapai yang sering terlambat.Dua anggota Komisi V DPR, M Arwani Thomafi (PPP) dan Saleh Husin (Partai Hanura) mengatakan, Lion Air adalah maskapai nasional yang paling banyak dikomplain oleh para penumpangnya. “Selama ini, Lion Air banyak merugikan konsumen karena sering delay,” kata Arwani dan Saleh kepada InilahREVIEW.

Nah lho.

Selengkapnya, artikel ini bisa disimak di majalah InilahREVIEW edisi ke-30 Tahun II yang terbit Senin, 25 Maret 2013. [tjs]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER