Selasa, 23 Desember 2014 | 01:25 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Dirobohkan Kontraktor Bin Ladin
Banyak Situs di Masjidil Haram Alih Fungsi
Headline
presstv.ir
Oleh: Bachtiar Abdullah
web - Senin, 18 Maret 2013 | 21:04 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Mekah – Sejumlah foto baru yang diambil para aktivis Arab Saudi menggambarkan banyak situs suci di sekitar Masjid al-Haram di Mekah dirobohkan atas nama pembangunan oleh kontraktor milik keluarga Bin Ladin.

Foto-foto yang diperoleh oleh para aktivis Islam itu menunjukkan para buruh bangunan dengan peralatan mesin penggalian dan pengerukan meruntuhkan bagian timur Masjid Agung al-Haram yang dibangun oleh Kesultanan Abbasiyah (Irak) dan Utsman (Turki).

Masjidil Haram adalah situs paling suci yang berdekatan dengan Ka’bah, yang menjadi kiblat umat Islam saat bershalat. Bagian masjid yang dirobohkan itu merupakan bagian yang masih terisisa dari sejarah masjid agung ini, yang dibangun ratusan tahun silam.

Sebuah kolom atau pilar yang diyakini sebagai tempat nabi Muhammad SAW melakukan Mi’raj ke Al-Quds (Yerusalem) dan sorga dalam semalam. Kolom-kolom Masjidil Haram yang dibangun dinasti Utsman dan Abassiyah memiliki kaligrafi indah Arab bertuliskan nama-nama para sahabat Nabi Besar SAW serta banyak momen sejarah penting dalam kehidupan Nabi.

Pemerintah Arab Saudi mengklaim penghancuran ini sesuai dengan rencana memperluas daya tampung masjid ini agar lebih banyak lagi jemaah bisa berdoa. Perusahaan konstruksi raksasa milik keluarga Usamah bin Ladin, Binladin Corporation, pimpinan ayah Usamah bin Ladin, memenangi tender proyek perluasan masjid ini.

Grup Binladin memang menjadi anggota aktif Dewan Bisnis AS-Arab Saudi serta memainkan peran sentral dalam kebijakan bilateral demi keuntungan penyandang dana AS-Arab yang berhubungan dengan kepentingan geopolitik.

Imam Masjid Agung al-Haram, Sheikh Abdul Rahman al-Suadis, ditunjuk Raja Abdullah menjadi pimpinan proyek. Banyak yang melempar kritik proyek pembangunan ini merupakan bagian dari agenda Barat dan Israel untuk meminggirkan warisan arkeologi, sejarah dan kebudayaan Islam melalui tangan rezim Riyadh. Apalagi rezim Riyadh yang memeluk aliran pemikiran Wahabi yang mengintepretasikan ajaran Islam secara ekstrem, tak fleksibel dan kolot.

Dr Irfan al-Alawi, direktur eksekutif Yayasan Penelitian Warisan Islam yang melihat foto-foto yang diambil dari dalam Masjid Agung mengatakan, pembangunan Masjid al-Haram dapat dilakukan tanpa merobohkan situs-situs suci bersejarah. “Yang menjadi persoalan banyak kolom masjid ini yang menjadi tempat penting Nabi duduk dan berdoa,” kata Alawi.

“Sebuah rekam jejak historis sedang dimusnahkan. Umat Muslim yang baru tak akan lagi tahu lokasi-lokasi Nabi duduk dan berdoa. Ada banyak cara untuk memperluas Mekah dan Media tapi juga melindungi warisan sejarahnya dan situs-situs di sekitarnya,” Alawi menekankan.

Rezim Riyahd juga akan membuldoser tiga masjid tertua di sekitar Masjid Nabawi di kota suci Medinah. Para pejabat Saudi tak menyatakan dengan jelas rencana pembuldoseran yang semestinya menghormati masjid-masjid bersejarah yang dibangun di masa dinasti Abbasiyah dan Utsman.

Gulf (Persian) Institute yang bermarkas di Washington sudah membuldoser 95 persen bangunan-bangunan suci yang berumur 1.000 tahun atau lebih di kota-kota suci Mekah dan Medinah dalam 20 tahun terakhir, dengan tujuan demi perluasan pusat-pusat perbelanjaan, gedung-gedung pencakar langit dan hotel-hotel gemerlap.

Saat pembangunan kompleks Jabal Omar di Mekah, yang bangunannya sendiri menutupi Masjid al-Haram, para pejabat Arab merusak banyak situs arkeologi, khususnya tempat Nabi Muhammad dilahirkan dan rumah isteri Nabi Siti Khadijah, digusur dijadikan lokasi sebuah perpustakaan dan jamban umum.

Dua dari tujuh masjid yang dibangun untuk menandai perang antara kaum Muslimin dan Yahudi (Battle of the Trench, Perang Parit) pada tahun 627 di Mekah, saat Rasulullah masih hidup, serta sebuah Masjid Ghamama yang dibangun cucu Nabi Hassan bin Ali Abu Thalib yang diledakkan dengan dinamit sepuluh tahun silam.

Yang mengengejutkan, dari foto-foto yang diambil kemudian diselundupkan keluar itu, mengungkapkan betapa para polisi Arab Saudi bertepuk sorak saat dua masjid ini dirobohkan. [Riset dari berbagai kantor berita]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER