Senin, 21 April 2014 | 06:32 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Perkosaan Jadi Musuh Baru di Suriah
Headline
Ilustrasi - theconversation.edu.au
Oleh: Bachtiar Abdullah
web - Rabu, 16 Januari 2013 | 16:36 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Damaskus – Sebuah laporan terbaru, “Syria Regional Crisis” yang diterbitkan oleh International Rescue Committee (IRC) yang berbasis di Amerika Serikat menjelaskan tindak perkosaan “sebagai keadaan yang signifikan dan mencabik-cabik perang sipil Suriah”.

“Dalam tiga penilaian IRC di Lebanon dan Yordania, perkosaan di Suriah teridentifikasi sebagai penyebab utama keluarga-keluarga kabur ke luar negeri,” tulis laporan yang mendesak perhatian mengenai masalah ini kepada dunia, seperti dikutip AFP, Selasa (15/1).

“Banyak wanita dan anak gadis terus diserang di tempat umum atau di rumah-rumah mereka, terutama oleh orang-orang bersenjata. Tindak perkosaan ini, kadang dilakukan secara bersama di depan para anggota keluarga.”

IRC mengatakan penyerangan terhadap kaum wanita ini ini juga diikuti dengan penculikan, pemerkosaan, penyiksaan dan pembunuhan.

Wanita Suriah yang berhasil selamat jarang melaporkan tindak kekerasan seperti ini karena “ bakal menimbulkan cap, stigma, melanggar norma yang bakal diderita para wanita dan keluarga mereka,” lanjut laporan IRC.

Dalam banyak wawancara yang dilakukan dengan para korban pemerkosaan, IRC menemukan wanita yang diperkosa mengalami ketakutan terhadap para penyerang (pemerkosa), ada pula sekalian dibunuh oleh anggota keluarganya sendiri karena “malu”, atau sekalian dinikahkan pada usia dini demi “melindungi kehormatan mereka,” tulis IRC.

IRC mengungkapkan para korban pemerkosaan yang kabur ke luar negeri harus menghadapi kenyataan dengan pelayanan kesehatan dan konseling psikologis yang buruk, apa lagi mereka terpaksa tinggal di kamp-kamp pengungsi yang tak aman, juga karena kekerasan yang semakin meningkat di negara-negara tempat mereka mengungsi.

PBB sudah mencacah jumlah pengungsi Suriah mencapai 1,1 juta orang pada bulan Juni tahun lalu, dan akan terus bertambah jika perang tak dapat dihentikan. Di dalam negeri Suriah, setidaknya dua juta warga sipil hidup terlunta-lunta, dan menurut PBB, empat juta orang perlu mendapat bantuan darurat. Perang senantiasa memangsa korban warga sipil, di mana pun. [tjs]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.