Rabu, 3 September 2014 | 04:15 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Israel Terus Merangsek ke Ibu Kota Palestina
Headline
IST
Oleh: Bachtiar Abdullah
web - Selasa, 18 Desember 2012 | 15:04 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Yerusalem – Di tengah suasana gencatan senjata dan meningkatnya keanggotaan Palestina di PBB, Israel memutuskan terus membangun kota Yerusalem Timur untuk permukiman Yahudi.

Langkah ini jelas merupakan provokasi yang bisa menimbulkan konflik, karena Palestina menginginkan negaranya kelak beribu kota di Yerusalem Timur.

Komisi di Kementerian Dalam Negeri Israel menyetujui pembangunan 1.500 permukiman di tanah yang dipersengketakan di Yerusalem, meskipun PBB mengutuknya terkait dengan meningkatnya status Palestina dari observer menjadi non-state observer di PBB.

Rencana perluasan permukiman di Ramat Slomo pertama kali dipersengketakan pada tahun 2010 yang semula akan dibangun 1.700 unit rumah. Namun Israel ditekan oleh Wakil Presiden AS Joe Bidden saat berkunjung ke Tel Aviv dan rencana perluasan segera itu ditentang ramai-ramai.

Pengumuman perluasan permukiman Yerusalem Timur itu dilakukan setelah Israel frustasi atas sukses Palestina memperoleh peningkatan statusnya di PBB pada akhir November.

Israel berencana membangun 3.000 rumah baru di Yerusalem dan Tepi Barat Sungai Yordan. Menanggapi rencana Israel, sejumlah negara Eropa memanggil para duta besar Israel untuk menjelaskan rencana yang tak disetujui dan menimbulkan keprihatinan Eropa.

Mendagri Israel Eli Yishai melontarkan ketidakpuasannya dengan rencana itu, yang masih banyak memerlukan pembahasan. Sementara Wakil Walikota Yerusalem Yossi Deitch malah bilang rencana ini sesuai dengan pertambahan penduduk Israel di kota yang kekurangan permukiman ini, seperti dikutip koran Israel Hayom Senin (17/12/2012).

Deitch yang juga anggota Komisi Distrik Yerusalem, mendesak PM Netanyahu dan anggota parlemen Israel, Knesset, untuk terus menggalakkan pembangunan permukiman di Yerusalem dan sekitarnya.

Seorang wanita juru bicara Kemendagri Israel mengatakan persetujuan final pembangunan Yerusalem akan memakan waktu lama sebelum pembangunan bisa dilaksanakan, karena proyek ini masih harus melewati tahap-tahap perencanaan tambahan.

Permukiman di Yerusalem Timur dan di tepi Barat menjadi sengkarut antara Isarel dan Palestina, sejak Tel Aviv mengambil alih wilayah kerajaan Yordania pada tahun 1967, setelah perang Arab. Palestina mengklaim Tepi Barat Sungai Yordan dan Yerusalem Timur adalah bagian dari negaranya di masa depan dan keberatan terhadap dibangunnya permukiman Yahudi di sana. [tjs]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER