INILAH.COM, Kairo Hasil awal refendum putaran pertama mengindikasikan beda tipis antara pendukung dan penentang rancangan kontitusi Mesir. Referendum putaran kedua segera digelar.
Hasil sementara perhitungan suara refendum sampai hari Minggu (16/12/2012) belum disiarkan secara resmi hingga putara kedua yang akan berlangsung pada 22 Desember 2012.
Referendum berlangsung damai, dengan antrean yang mengular di Kairo dan kota-kota lainya. Pemungutan suara ini sempat goyah karena banyak hakim yang berdiri di belakang kubu oposisi yang sejatinya mau memboikot referendum ini.
Pemungutan suara diperpajang supaya mereka yang antre dapat memberikan suaranya. Kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) mengklaim memperoleh 56,5 persen suara yang mendukung konstitusi, sementara yang bilang tidak mencapai 43 persen.
Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP) yang merupakan onderbouw IM, menempatkan para saksinya di setiap tempat pemungutan suara (TPS) di 10 wilayah saat ferendum digelar pada Sabtu (15/12/2012).
Kubu opisisi yang menamakan dirinya sebagai koalisi Front Penyelamat Bangsa (NSF) mengatakan bahwa tak akan mau mengakui perhitungan suara tak resmi, dan lebih baik menunggu perhitungan suara final pada putaran kedua pekan depan.
Menurut kubu oposisi pemungutan suara telah dirusak oleh ketidak laziman dan sejumlah pelanggaran.Kelompok kanan melaporkan beberapa pelanggaran seperi TPS yang telat dbuka, petugas TPS yang membisikkan ya kepada para pemilih, serangan fajar serta intimidasi.
Ini artinya sulit bagi oposisi yang tak sempat mengkampanyekan tidak untuk membalikkan keadaan dari sini. Dan karena Kairo dan Alexandria lebih dahulu memilih pada hari pertama pemengutan suara, sementara di wilayah pedesaan Mesir dibiarkan memilih pada putaran kedua, tutur reporter Al Jazeera, Minggu.
Di banyak pedesaan Mesir kemungkinan pendukung IM akan memilihya untuk konstitusi baru. Untuk lolos, rancangan konstitusi Mesir harus disetujui oleh 50 persen suara pemilih. Jumlah pemilih Mesir yang layak datang ke TPS diperkirakan 51 juta orang pada putaran pertama.
Pada Sabtu malam, polisi anti-huru hara menembahkan gas air mata untuk membubarkan puluhan pendukung Mursi yang menyerang markas Partai Wafd yang beroposisi dengan mercon dan bebatuan.Tapi secara umum, referendum dapat dilaksanakan dengan aman dan lancar. [tjs]