Senin, 20 Oktober 2014 | 11:23 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kejagung Terus Bidik Kasus Korupsi Bupati Kolaka
Headline
ist
Oleh: Firman Qusnul Yakin
web - Jumat, 19 Oktober 2012 | 21:08 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Kejaksaan Agung masih konsisten membidik kasus dugaan korupsi Bupati Kolaka, Sulawesi Tenggara Buhari Matta. Kejaksaan akan tetap menggelar pemeriksaan kasus itu hingga selesainya proses Pilkada Kabupten Kolaka yang digelar pada April 2013. Ini merupakan edaran dari Jampidsus Andhie Nirwanto.

“Kejaksaan tak mau dianggap menjadi alat untuk mendukung salah satu calon,” kata Kapuspenkum, Muhammad Adi Toegarisman yang dihubungi, Jumat (19/10/12).

Selain itu, Adi menambahkan Kejaksaan juga sedang mengumpulkan alat bukti secara utuh, sebelum kasus Buhari Matta diserahkan ke proses penuntutan.

“Kegiatan penyelidikan tetap berjalan, tidak dihentikan. Sekarang ini kejaksaan masih mengumpulkan alat bukti agar secara utuh dibawa ke proses penuntutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejak adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK), kejaksaan tak perlu lagi menunggu surat izin dari Presiden untuk memeriksa seorang kepala daerah atau pejabat negara terkait kasus hukumnya.

Diketahui, Kejaksaan Agung telah menetapkan Bupati Kolaka, Buhari Matta sebagai tersangka dugaan korupsi penjualan Nikel kadar rendah milik pemerintah Kabupaten Kolaka kepada PT Kolaka Minang International (KMI) pada 25 Juni 2010. BPKP telah menemukan kerugian negara dalam kasus tersebut. Bahkan penjualan yang dilakukan oleh Buhari tanpa persetujuan DPRD.

Berdasarkan perhitungan Kejagung, menyebutkan angka kerugian negara sejumlah Rp29,957 miliar, sementara berdasarkan audit BPKP kerugian negara sebesar Rp24.183 miliar. Akibat perbuatannya itu Buhari Matta dijerat dengan pasal 2 dan pasal 3 UU tentang Tindak Pidana Korupsi. [ton]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
alan
Kamis, 25 Oktober 2012 | 08:28 WIB
Diharafkan kepada seluruh pihak yg berwenang untuk lebih serius menangani masalah ini,sdh hampir 2 tahun kami sebagai masyarakat kolaka menunggu hasil,tp sepertix blm ada kejelasan,apa lg ybs sekarang adalah kandidat cagub sul-tra..,apakah masyarakat mau pemimpinx seorang koruptor,kalau bgtu sama halnya korupsi mmng di legalkan di negara kita,buktikan kalau ybs mmng bersalah,dan buktikn kalau mmng ybs tdk bersalah.tk
yudhi
Sabtu, 20 Oktober 2012 | 18:31 WIB
Kejagung sebainya tidak membuat statemen yg tdk populis di moment saat sekarang hanya karena ada tekanan dari salah seorang cagub. Masyarakat sdh pintar menilai, itu semua dilakukan untuk menjatuhkan lawan yg menjadi rivalnya, padahal sesungguhnya justru rakyat akan semakin simpatik kepada beliau karena hampir setiap saat mendapat hujatan fitnah dari lawan politiknya...
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER