INILAH.COM, Damaskus – Para tokoh oposisi Suriah Minggu (23/9) berkumpul di Damaskus untuk membicarakan desakan menggulingkan rezim al-Assad. Pertemuan penting ini sangat jarang terjadi, tulis Al-Ahram Online Minggu (23/9).
Tak kurang dari 16 kelompok oposisi mengambil bagian dalam konferensi yang digalang oleh Badan Nasional Koordinasi Perubahan Demokratis untuk Suriah, yang termasuk di dalam kubu oposisi.
Konferensi yang jarang dilakukan ini dihelat di Ibu Kota Damaskus yang dikuasai rezim al-Assad dan membicarakan mengai cara-cara damai mengakhiri peperangan saudara serta menyatukan kekuatan oposisi yang terbelah.
Pertemuan digelar di sebuah hotel di Damaskus dengan keamanan ekstra ketat. Para duta besar Rusia dan Iran, dua negaranya dikenal dekat dengan rezim al-Assad, juga hadir .
Kubu oposisi Suriah terpecah antara mereka yang masih aktif bergerak di dalam negeri dan yang di pengasingan luar negeri. Kedua belah pihak dalam kubu oposisi ini belum satu suara mengenai cara-cara menggulingkan Presiden Bashar Al-Assad. Satu kubu pasti memilih cara kekerasan, kubu lain mungkin menawarkan opsi melengserkan Bashar al-Assad dengan cara lebih halus.
Cara ini mirip yang ditempuh Yaman ketika melengserkan Presiden Ali Abdulllah Saleh dengan cara mengangkat Wakil Presiden Abdrabuh Mansur Hadi menjadi presiden. Ali Abdullah Saleh mendapat perlindungan politik dan hukum tapi harus rela melengserkan diri. [mdr]