INILAH.COM, Jakarta - Keputusan PSSI Djohar Arifin memecat empat anggota Komite Eksekutifnya tidak diakui AFC. Federasi tertinggi sepakbola Asia itu meminta La Nyalla Mattalitti dkk kembali aktif.
PSSI pada Desember 2011 lalu memutuskan untuk memecat empat anggota Exco, yakni La Nyalla Mattalitti, Roberto Rouw, Erwin Dwi Budiawan, dan Toni Apriliani dengan alasan melanggar Statuta PSSI.
Namun, keputusan PSSI itu akhirnya tidak diakui oleh AFC. Bahkan, AFC meminta keempatnya segera kembali bertugas. "Jujur, kalau ini atas permintaan Djohar, kami tidak mau. Karena yang memerintahkan AFC, kami terpaksa harus mematuhinya," ujar Roberto Rouw kepada wartawan di Jakarta, kemarin.
"Kalau AFC dan FIFA tahu, bahwa salah satu kubu tak punya niat memulihkan kisruh ini, bukan tidak mungkin sepak bola Indonesia segera dijatuhi sanksi," tutur Roberto.
Menurut Erwin Dwi Budiawan, sejatinya intruksi AFC mengaktifkan kembali empat Exco yang dipecat, sudah dilakukan melalui tim Taks Force yang dibentuk AFC. Tapi, lanjut Erwin, perintah tersebut tak dilaksanakan oleh PSSI kubu Djohar.
"Coba dibaca lagi hasil sidang JC (Join Commite) di Malaysia sebelumnya. Salah satu poin kesepakatannya, PSSI harus mengembalikan posisi empat Exco yang dipecat. Tapi, PSSI sepertinya tak mau kami kembali dan mereka memilih mengingkari isi MoU," ungkap Erwin.
"Kami tidak pernah diundang dalam sidang Exco. Karena tidak ada undangan, kami pun tidak datang. Dari mana kami tahu, agenda sidang Exco dan tempatnya di mana?," ujar Erwin seraya mengungkapkan rapat Exco harus resmi melalui undangan yang dibuat Sekjen," ia menutup.