Selasa, 23 September 2014 | 15:19 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pengusutan Litvinenko Bisa Jernihkan Rusia-Inggris
Headline
Bekas agen rahasia Rusia Alexander Litvinenko - news.com.au
Oleh: Bachtiar Abdullah
web - Jumat, 21 September 2012 | 22:18 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, London – Enam tahun setelah kematian bekas agen rahasia Rusia Alexander Litvinenko (2006), penyelidikan penuh atas pembunuhan misterius itu akan dilakukan mulai 2013. Temuan penyelidikan diharapkan akan memperbaiki hubungan Inggris-Rusia.

Pengumuman ini keluar setelah dengar pendapat awal digelar di pengadilan London Kamis (20/9). “Tidak ada penundaan lebih lanjut. Penyelidikan akan sampai pada kesimpulan,” ujar Sir Robert Owen, ahli koroner yang menjadi penyelia kasus pembunuhan “high profile” yang menyita perhatian dunia, selain kematian janggal pemimpin Palestina Yasser Arafat pada 2004.

Sebelum penyelidikan utama, akan ada dua atau lebih pertemuan awal yang akan dijadwalkan pada November dan Desember tahun ini. Proses keseluruhan penyelidikan dan detailnya akan di unggah di situs web pada Kamis mendatang. Penyelidikan mengkaitkan berbagai masalah, termasuk situasi sebelum kematian Litvinenko, hingga kemungkinan keterlibat pemerintah Rusia.

Para pihak yang tertarik dengan kasus ini termasuk Marina Litvinenko, janda Alexander Litivinenko, konglomerat yang berantem dengan pemilik klub bola Chelsea Boris Berezovsky yang juga teman dekat Presiden Validimir Putin, anggota parlemen Rusia serta Crwon Presecution Service dan pemerintah kerajaan Inggris.

Litvinenko mendapat suaka politik pada 2000 dari pemerintah Inggris, membuat hubungan Inggris–Rusia menjadi memanas, terutama sejak London menuduh Kremlin menjadi otak pembunuhan. Pembunuhan Litivenko ini seepeti yang sering digambarkan film-film 007 James Bond.

Di ranjang kematian, Litvineko menuduh Vladimir Putin berada di balik otak pembunuhannya. Pengacara Marina Litvinenko mendesak supaya penyelidikan juga sampai kepada peran kriminal negara Rusia.

Dua orang Rusia yang belakangan diketahui bernama Andrey Lugovoy dan Dmitry Kovtun, mereka berdua adalah bekas agen dinas rahasia Rusia FSB, yang menjadi kontak penting selama masa-masa tugas Litvinenko. Dua orang inilah yang didakwa meracuni Litvinenko dengan memasukkan racun pada minuman teh di hotel Millenium, London, pada November 2006.

Pemerintah Rusia sendiri menginginkan penyelidikan menyeluruh dan tuntas kematian Litvinenko yang diduga diracun dengan zat yang sama digunakan untuk membunuh Yasser Arafat, polonium 210 yang hanya dimiliki kalangan tentara. Andrey Lugovoy sekarang menjadi anggota parlemen Rusia dan dipersulit untuk diekstradisi ke Inggris, karena bertentangan dengan konstitusi Rusia..

Marina Litvinenko berkomentar memelas: “Saya bicara bukan sebagai politisi, tapi sebagai isteri yang kehilangan suami. Saya ingin tahu apa yang sesungguhnya terjadi,” katanya, seperti dilaporkan RT Online, portal berita Rusia, Kamis (21/9). [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER