Rabu, 22 Mei 2013 | 11:45 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Rebutan Pulau dengan Vietnam
China Ngebut Bangun Pulau Sengketa
Headline
ist
Oleh: Bachtiar Abdullah
web - Jumat, 21 September 2012 | 20:01 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Sansha City – Saling klaim kepulauan Xisha, Zhongsha dan Nansha terus memanas antara China dan Vietnam. Namun Pemerintah China tak terpengaruh persoalan itu dan terus menggenjot pembangunan di kepulauan sengketa itu.

Selain dengan Vietnam, China juga berseteru dengan Jepang terkait kepulauan Diayou (Senkaku menurut nama Jepang), yang kian memanas dan membuat hubungan politik, diplomatik dan bisnis China kedua negara kian runyam.

Tiga gugus kepulauan berupa karang dan pasir dengan lokasi lebih dekat dengan China daripada Vietnam itu mulai dibangun China bulan kemarin. Kini sudah dua perusahaan yang membuka usahanya di sana.

China menutup telinga terhadap teriakan Vietnam atas keupulauan bermasalah itu. Dua perusahaan China yang terdaftar di Sansha City, kota terbaru di gugusan kepulauan itu, telah membuka usahanya.

Sebuah perusahaan konstruksi Hainan Sansha Construction Engineering didirikan pada 23 Agustus dan Sansha Hainan Airlines Tourism Investment dididirikan pada 6 September.

Kedua perusahaan itu didaftarkan di dinas perindustrian dan perdagangan di provinsi Hainan, China Selatan. Rencananya kedua perusahaan juga akan mengurus izin usaha di Sansha City, setelah pemerintah kota membentuk dinas perdagangan, tulis Hainan Daily Report, Kamis kemarin (20/9).

Sansha City didirikan pada Juli lalu untuk mengelola administrasi lebih dari 200 pulau-pulau kecil, bukit-bukit pasir dan pulau-pulau karang di Xisha, Zongsha dan Nansha dan sekitar 2 juta kilometer persegi perairan di sekitarnya. Kabarnya perairan ini mengandung minyak bumi dan potensi perikanan yang besar.

“Sejak Dewan Negara menyetujui pendirian Sansha City, kota ini menarik minat investasi dari sejumlah investor yang ingin menanamkan modal dan menjalankan usahanya,” ujar Wen Zheng, pejabat dinas perindustrian dan perdagangan provinsi Hainan kepada kantor berita Xinhua Rabu.

Weng mengatakan, pemerintah akan membantu para investor dengan memberi kemudahan permohonan izin usaha, mengkaji proses pengurusannya dan memberi jalur khusus bagi mereka yang berminat membuka usaha. Banyak perusahaan pariwisata dan perikanan yang menyatakan minatnya membuka usaha di kota kepulauan kecil ini, tambah Wen.

Karena terbatasnya lahan, maka hanya perusahaan-perusahaan dengan modal kecil yang diberi prioritas membuka usahanya di jajaran kepulauan itu. Sedangkan perusahaan-perusahan besar yang terdaftar di Sansha City dibolehkan beroperasi di luar kepulauan.

Hainan Sansha Construction and Engineering dan Sansha Haianan Airlines Tourism Investment menjalankan sebagian operasinya akan berbasis di Haiku, ibu kota provinsi. Pekerjaan konstruksi makin dikebut agar investor mau segera datang. Terutama fasilitas pengolahan air limbah yang menampung 1,800 metrik ton setahun.

Hanya ada sebanyak 1.000 peduduk di pulau Yongxing, dan ini jumlah terbanyak penduduk di kepulauan Xisha. Juga bakal dibangun dermaga yang bisa disandari kapal-kapal wisata dan transpor air antarpulau-pulau kecil itu. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.