INILAH.COM, Beijing - Militer China merasa berhak mengambil tindakan tegas setelah pemerintah Jepang tak menggubris peringatan Beijing untuk menghalangi Tokyo membeli kepulauan sengketa Diayou (Senkaku dalam bahasa Jepang).
Dua Kapal Pengintai Maritim China (CMS) sudah mencapai perairan sekitar Diayou di Laut China Timur, setelah Beijing mengumumkan koordinat perairan kepulauan itu. Beijing juga mengumumkan pengawasan normal dan pemantauan kepulauan itu.
Pemerintah pusat Jepang kemarin (11/9/2012) membeli tiga dari lima pulau Senkaku senilai 20,05 miliar yen (US$ 26,180 juta) dari keluarga pemilik “swasta” Jepang. Tiga pulau itu dibeli dengan cadangan devisa Jepang.
Wakil PM China Li Keqiang menyebut pembelian pemerintah Jepang ini sangat merongrong kedaulatan teritorial China. Sementara itu Shinsuke Sugiyama, Dirjen Urusan Asia Oseania Kemlu Jepang, tiba di Beijing Selasa sore untuk menghindari kesalahpahaman dan kurangnya penjelasan tentang masalah kepulauan itu, tulis China Daily Rabu ini.
“Kunjungan Sugiyama ini bertujuan mengemukakan kepentingan nasional Jepang daripada kepentingan bersama China-Jepang,” kritik Lu Yaodong, direktur departemen diplomasi Jepang di Institut Kajian Jepang di Akademi Ilmu-ilmu Sosial China.
Hubungan China-Jepang menegang setelah Gubernur Prefektur Tokyo mengumumkan rencana pembelian kepulauan Senkaku atas nama pemerintah Tokyo pada April. PM Jepang Yoshiko Noda kemudian mengumumkan rencana pembelian kepulauan itu pada Juli, yang memicu protes keras Beijin. Ia mengatakan kepada parlemen Jepang akan mengirim pasukan bela diri Jepang jika situasi “tidak terkendali”.
Kepulauan Diayou diklaim sudah masuk dalam wilayah China selama berabad-abad. China juga mengklaim memiliki bukti-bukti yurisprudensi. Menlu China Yang Jiechi sudah memanggil Dubes Jepang di Beijing Uchiro Niwa. Tapi Niwa ditarik dan digantikan oleh Sinichi Nishimiya. Nishimiya adalah dubes Jepang pertama di Bejing yang berasal dari kalangan swasta.
Kantor berita Jepang Kyodo memberitakan pertemuan antara Gubernur Prefektur Fukushima dan Kepala Adminstrasi Penerbangan Sipil China yang dijadwalkan kemarin, dibatalkan. Wagub Provinsi Shandong Xia Geng juga membatalkan rencana perjalanan bisnisnya ke Jepang.
Sementara itu juru bicara Kemlu AS Victoria Nuland mengatakan kepada wartawan Senin kemarin mengatakan bahwa Washington prihatin dengan meningkatnya ketegangan China dan Jepang. Hubungan baik antara kedua negara, kata Nuland, sangat penting bagi kawasan ini dan AS.
China belakangan ini banyak bertengkar dengan negara-negara ASEAN (Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam dan Filipina) dalam urusan territorial di Laut China. Juga mulai meletup sengketa dengan Jepang, Taiwan dan Korea Selatan berkaitan dengan klaim territorial yang menjulur ke negara-negara itu.
China dengan penduduk yang mencapai miliaran orang itu, memang harus mencari sumber-sumber penghidupan dari 2/3 Laut China Selatan dan Timur yang diklaim miliknya itu. [mdr]