Senin, 21 April 2014 | 09:15 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pencegahan Aksi Teror Perlu Peran Serta Masyarakat
Headline
foto:ilustrasi
Oleh:
web - Selasa, 11 September 2012 | 10:27 WIB

Munculnya kembali aktivitas terorisme, baik di Solo, Tambora, dan Depok, tidak bisa sepenuhnya menjadi tanggungjawab intelijen atau kepolisian.

Tindakan teror di beberapa tempat itu membutuhkan keikutsertaan masyarakat dalam hal pencegahan, demikian pendapat Adang Daradjatun (Anggota Komisi III DPR RI F-PKS), menanggapi maraknya aksi pengeboman yang dilakukan teroris-teroris muda.

Apapun juga masalah yang terjadi saat ini adalah masalah-masalah sosial, kita perlu keikutsertaan masyarakat atas masalah yang timbul. Contoh di Depok ada yayasan yang tidak jelas akhirnya meledaklah bom di sana dan ini kalau masyarakat jadi mata dan telinga pemerintah maka pencegahan awal bisa dilakukan.

Secara umum, ada tiga pendekatan dalam penyelesaian masalah teroris yakni pertama secara filosofi adalah peran pemerintah yang wajib menjaga keamanan negara. Kedua, pendekatan sosial yaitu melalui peran masyarakat.

Ketiga, adalah pendekatan yuridis lebih pada lex specialis pendanaan dalam undang-undang terorisme. Undang-undang ini memberikan payung hukum pada orang yang menerima pendanaan dalam konteks terorisme seseorang atau korporasi, yang menerimanya diputuskan pengadilan.

Kita tahu, selain intelijen (BIN), tindakan terorisme juga ditangani lembaga BNPT dan Polri. Tetapi semuanya harus dikoordinasikan dengan BIN, tidak bisa diambil tindakan masing-masing. Masyarakat harus percaya apa yang dilakukan polri dan jajarannya, harus mendapat dukungan dari rakyat.

Guna mencegah dan menangkal maraknya aksi teroris yang dilakukan teroris di beberapa tempat terutama di Pulau Jawa, maka Wakil Presiden menegaskan bahwa pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sedang menyiapkan program deradikalisasi nasional.

Program ini sudah dirancang sejak beberapa waktu lalu. Program deradilalisasi bukan hanya tugas penegak hukum saja, tetapi juga kementerian terkait. Program tersebut bukan reaksi atas kejadian yang terakhir di Depok atau Solo.

Alangkah baiknya, Kementerian dan Lembaga Pemerintah lain, di luar BNPT, turut berkoordinasi dan mendukung program ini. Program ini dibahas bersama di tingkat menteri dan selanjutnya disimpulkan apa yang bisa kita kerjakan bersama. Mari kita menyatukan dan mensinkronkan langkah-langkah untuk program ini.

Faulika Utami

Bontang, Kaltim

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.