Sabtu, 1 November 2014 | 17:56 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Rusia Tak Ingin Bashar al-Assad Berkuasa di Suriah
Headline
Bashar al-Assad - ist
Oleh: Bachtiar Abdullah
web - Sabtu, 8 September 2012 | 06:31 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan negara-negara Barat telah menyikapi krisis Suriah dengan cara ‘berbahaya’ dan bisa terus menghantui perang horisontal di negara Arab itu.

Putin diwawancara panjang lebar oleh saluran berita internasional RT, Rusia, Kamis (6/9/2012), di Moskow. “Hari ini mereka ingin memakai kelompok militan Al Qaeda atau organisasi lain yang sama radikalnya, untuk mencapai tujuan mereka di Suriah. Kebijakan memiliki konsekuensi yang mengerikan,” tuduh Putin, seperti dikutip RIA Novosti, portal berita Rusia lainnya.

Al Qaeda sebenarnya organisasi Islam militan yang dibentuk Amerika Serikat untuk mengusir Uni Soyet dalam perang Afghanistan, namun kemudian menjadi “senjata makan tuan”.

Al Qaeda dulu dipimpin almarhum Usamah bin Ladin yang dekat dengan kaum Suni yang merupakan musuh bebuyutan kaum Shiah. Al Qaeda ditengarai masih beroperasi di negara-negara yang mengalami atau nyaris mengalami kevakuman kekuasaan seperti di Yaman dan Suriah.

Putin menuduh Barat, dengan dukungan AS, mendanai militan Islam radikal untuk menggulingkan rezim Bashar al-Assad di Suriah. Ini persis seperti ketika AS mendukung pemberontak Taliban di Afghanistan setelah invasi Uni Soviet pada 1979.

“Ketika orang bercita-cita mencapai tujuan akhir, mereka melakukan dengan cara apa pun. Dan tidak pernah berfikir konsekuensinya,” kata Putin. “Pada perang Afghanistan, AS mendukung gerakan pemberontak Taliban dengan memunculkan Al Qaeda, yang akhirnya menjadi bumerang bagi AS sendiri,” ujarnya.

Putin juga mengecam kritik Barat atas penolakan Kremlin mendukung sanksi PBB terhadap pertumpahan darah di Suriah, dan menolak jika Moskow diharapkan mengubah sikapnya,

“Kenapa Rusia diharapkan merevisi sikap? Apakah rekan-rekan kami dalam negosiasi harus merevisi sikap mereka juga? Karena jika kita melihat kembali peristiwa-peristiwa dalam beberapa tahun terakhir, kita melihat inisiatif rekan-rekan kami tidak keluar jalur.”

“Coba lihat apa yang terjadi di negara-negara Arab. Ada perkembangan yang mencuat di Mesir, Libya, Tunisia, Yaman dan lain-lain. Apakah Anda akan bilang ketertiban dan kemakmuran sudah benar-benar memastikan keamanan di negara-negara itu? Dan apa yang terjadi di Irak?”

“Di Libya bentrokan bersenjata masih berkecamuk antara berbagai suku di negara itu,” katanya. Putin mengusulkan kunci mengakhiri konflik di Suriah adalah untuk menghentikan pengiriman senjata ke Damaskus.

“Kita harus berhenti berusaha memaksakan solusi yang tidak dapat diterima kedua pihak yang berseteru, karena akan buntu. Itulah yang harus kita lakukan. Sesederhana itu,” kata Putin.

Di sisi lain, Kremlin mengatakan pengiriman persenjataan oleh Rusia atau China tidak melanggar hukum internasional sepanjang tidak termasuk senjata yang digunakan untuk melawan “demonstrasi damai”.

Rusia dan China memveto resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai Suriah pada 19 Juli, karena khawatir dengan intervensi militer asing di negara yang masih dilanda pertumpahan darah itu. Sikap dua negara adi daya ini disebut dubes AS untuk PBB Susan Rice sebagai “paranoid dan tidak jujur”.

Kata Putin, Rusia tak ingin melihat Assad tetap berkuasa terus , tapi “rakyat Suriah” yang harus menentukan nasibnya sendiri. Putin berjanji pada awal tahun ini, bahwa “skenario Libya” yang menggulingkan dan membunuh diktator Libya Muammar Gaddafi setelah tentara NATO bergerak tahun lalu, bakal tak terjadi lagi. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER