Selasa, 23 Desember 2014 | 11:22 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Teguran Presiden SBY di Hari Anak Nasional
Headline
Presiden SBY - inilah.com
Oleh:
web - Senin, 3 September 2012 | 00:14 WIB

LAGI-LAGI Presiden SBY menegur hadirin yang tertidur saat ia berbicara. Namun kali ini yang ditegur adalah anak-anak saat peringatan Hari Anak Nasional.

Teguran Presiden SBY kepada anak SD ini terjadi saat memberikan sambutan di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (29/8/2012). "Ada satu dua yang tidur. Jangan tidur ya. Coba tolong dibangunkan. Barangkali mengantuk," kata SBY sambil menunjuk kepada anak-anak. Namun SBY tidak mengatakannya dengan nada kesal atau marah.

Beberapa kali presiden juga melakukan hal sama saat memberikan sambutan dan kemudian menegur hadirin yang tertidur atau tidak serius mendengarkan pidatonya. Dari mulai para kepala daerah, perwira TNI hingga para pembantunya saat rapat kabinet.

Pada 2008 lalu, saat memberikan sambutan dalam acara pembekalan konsolidasi pemerintah daerah di Gedung Lemhannas Jakarta, SBY sempat mengetok podium . Ketika itu Presiden terlihat marah melihat ada di antara hadirin yakni para pejabat daerah seperti Pimpinan DPR, Bupati serta Wali Kota yang mengikuti pembekalan tengah tertidur. "Bangunkan yang tidur itu. Kalau mau tidur, silakan di luar," kata Presiden SBY dengan nada kesal.

Hal yang sama juga pernah dilakukan Presiden SBY, saat sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta. Presiden SBY juga marah melihat peserta sidang yang tengah asik mengobrol.

Peristiwa lainnya terjadi tahun ini juga ketika Presiden SBY menegur sejumlah perwira saat kuliah umum di Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI, Angkatan dan Sespimmen Polri, di Bandung. Presiden menegur beberapa perwira siswa yang terlihat berbicara saat acara itu

Berbagai peristiwa ini patut menjadi perenungan bagi publik termasuk juga bagi Presiden. Apakah karena proses protokoler yang memang mensyaratkan siapapun yang hadir agar datang beberapa jam lebih awal sehingga jelas menimbulkan kebosanan dan kecapaian. Apalagi anak-anak yang harus datang lebih pagi lagi padahal hari-hari sebelumnya mereka juga harus latihan hingga gladi bersih.

Selain itu, perlu juga direnungkan, hadirin yang tertidur mungkin juga disebabkan pidato presiden yang tidak menarik dan membosankan. Apalagi materi yang dibicarakan tidak sesuai dengan hadirin yang hadir seperti anak-anak yang berada di ajang Hari Anak Nasional itu. Jadi semua tampaknya perlu instrospeksi.

Tasya NG, Karawaci Tangerang

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
mars
Senin, 13 Mei 2013 | 13:24 WIB
namanya jg anak2 pak presiden jangan lebaylah...
Icahbanjarmasin
Senin, 24 Desember 2012 | 22:16 WIB
Itulah fenomena yang terjadi dengan para PEJABAT sekarang,mereka hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memikirkan nasib RAKYAT JELATA dibelakangnya..Subhanallah.
Tamara
Kamis, 30 Agustus 2012 | 15:01 WIB
Setuju banget perlu interospeksi. Mulai dari panitia yang suka nilep duit transpor anak2 yang latihan, makanan dan goody bag buat anak yang katanya akan di sumbangkan.. (sumbang ke mana?)sampe menggunung lebih tinggi dari kepala supir, plus perebutan makanan anak yang tidak perlu.. kasian anak2 sudah sejak subuh berangkat dari rumah demi acara tersebut, pantas saja mereka capek belum lagi suasana dalam keong mas yang umpel2an.. semoga acara juga tidak terlalu jauh dari Hari anak nya yang notabene di bulan Juli dan bisa berlangsung dengan lebih baik
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER