Jumat, 22 Agustus 2014 | 18:45 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Obama Melihat Pergerakan Senjata Kimia di Suriah
Headline
Presiden Barack Obama - ist
Oleh: Bachtiar Abdullah
web - Kamis, 23 Agustus 2012 | 15:36 WIB

INILAH.COM, Moskow – Rusia menunjukkan kemarahannya terhadap Presiden Barack Obama dan mengancam Suriah serta para sekutunya bakal “menuai konsekuensi besar” jika benar-benar menggunakan senjata biologi atau kimia dalam konflik di Suriah.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov membalas gertakan Obama itu Selasa (21/8) setelah bertemu para diplomat China di Moskow. Moskow dan Beijing sudah sepakat mematuhi norma-norma hukum internasional dan tidak akan membiarkan pelanggaran oleh tentara Bashar al-Assad.

Wakil Perdana Suriah Menteri Qadri Jamil yang juga hadir di Moskow, menolak ancaman Obama dan mengatakan ucapan Obama itu selayaknya pakan ternak yang dijejalkan kepada media.

Jamil mengatakan, Barat sedang mencari alasan untuk campur tangan di Suriah, dengan mengatakan Suriah memilki senjata kimia dan biologis dan pantas diserang seperti invasi AS di Irak pada 2003. Jamil juga mengatakan lengsernya Bashar al-Assad menjadi topik diskusi. Ia menolak gagasan lengsernya al-Assad menjadi prasyarat untuk menggelar diolog selanjutnya.

“Jika syarat dialog ini adalah pengunduran diri al-Assad, maka Anda tidak akan mampu menggelar dialog ini,” ujarnya. “Masalah ini dapat dirundingkan dan bahkan kami siap untuk membahas masalah ini,” tambahnya seperti ditulis Al Jazeera online kemarin (22/8).

Rusia dan China menentang semua intervensi militer (asing) dalam konflik Suriah yang sudah memasuki bulan ke-17. Rusia dan China sudah tiga kali memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang pro Barat dan Liga Arab. Perang saudara ini telah memangsa 18.000 jiwa orang Suriah.

Obama mengingatkan al-Assad untuk tidak menggunakan senjata kimia dan biologis. “Kami sudah melihat pergerakan sejumlah besar senjata kimia yang bisa segera dimanfaatkan. Itu akan mengubah perhitungan saya,” tambahnya.

Suriah bulan lalu menyatakan memiliki senjata kimia dan biologis dan akan digunakan bila ada serangan dari negara-negara asing. “Kita tidak ingin senjata kimia atau biologis jatuh ke tangan yang salah,” kata Obama seperti di film-film mengenai terorisme internasional. Mungkin pernyataannya itu mengacu pada Hizbullah Lebanon, sekutu Suriah atau militan Islam tertentu.

Sebenarnya Obama ogah melibatkan AS dalam perang lain di Timur Tengah atau mempersenjatai para milisi di Suriah. Ia melihat perang di Suriah yang melibatkan milisi Islam yang didukung Iran, bisa menyeret-nyeret AS berkonfrontasi dengan Iran.

Konflik Suriah ini kemungkinan akan bekepanjangan dan menjadi konflik sektarian kelompok minoritas Alawiyah/Shiah (al-Assad) berhadapan dengan kelompok mayoritas Suni (pemberontak), karena banyak kepentingan yang bermain di sana. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER