Senin, 20 Mei 2013 | 11:49 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Mencicipi Manisnya Bisnis Nastar
Headline
ist
Oleh: Seno Tri Sulistiyono
web - Senin, 20 Agustus 2012 | 13:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Depok - Berawal dari kegemarannya membuat kue untuk keluarga saat lebaran, Ia pun mulai merambah bisnis kecil-kecilan. Empat tahun berlalu. Kini, laba sebesar 6 juta pun bisa dikantonginya setiap hari raya.

Kue yang dijual Desi sebenarnya tidak beraneka ragam, melainkan hanya satu jenis saja, yaitu kue nastar. Ia pun hanya menjual kue ini menjelang lebaran, sehingga tak punya toko khusus. "Saya buat hanya kue nastar, biar fokus saja sama nastar. Penjualan kue saya hanya di rumah," katanya Desi yang berdomisili di Depok.

Dalam memasarkan kue nastarnya, pemilik nama lengkap Desi Safitri ini giat menawarkan ke teman-teman kantornya. Selain aktif dalam broadcast Message ke semua kontak Blackberry Messanger (BBM). Cara ini terbilang mudah dan ampuh dalam melakukan penawaran kue nastar menjelang lebaran. Satu per satu pemesan pun datang, baik dari para teman dan sanak family.

Nastar yang dibuat Desi ada dua jenis, yakni nastar biasa dan nastar keju. Namun, keduanya harganya sama. Untuk harga, Desi membanderol satu toples ukuran sedang adalah Rp48 ribu dan toples ukuran kecil adalah Rp30 ribu. Selain jual satuan, ia juga menjual satu kardus dengan isi 6 toples. “Harganya tidak mahal, sedangkan rasanya pasti enak," ujarnya sambil tersenyum.

Jika, pelanggan yang ingin dikirim ke rumahnya, Desi yang sehari-hari jadi karyawan Bank ini menyediakan kurir untuk antar paketnya. "Minimal pengiriman dua kardus dan pengiriman hanya dikenakan cas uang rokok dan bensin sekitar 20 ribu," jelasnya.

"Pembuatan kue saya kerjakan setiap libur bekerja sabtu dan minggu, adik saya juga ikut membatu membuat kue nastar ini," katanya.

Ia mengakui, pesanan sudah mulai muncul di awal puasa, tapi biasanya sepekan sebelum lebaran order meningkat. "Dalam sehari tidak tentu, kadang lima kardus dan ada juga pesanan dari kantor suami saya sampai 30 kardusan," tuturnya.

Bebicara keuntungan, rupiah yang masuk ke kantong Desi lumayan besar. Dengan modal awal Rp10 juta untuk membeli peralatan dan bahan baku kue, ia setiap tahun bisa memperoleh lima sampai enam juta dalam waktu tiga pekan. "Kalau pemasukan bersih, dilihat dari tahun sebelumnya dapat Rp5 sampai 6 juta dan pemesanan bisanya paling sedikit 600 toples," tutur perempuan berusia 26 tahun ini.

Omset dari berjualan kue kering juga dirasakan Ny.Nita. Sepekan menjelang lebaran, omset meningkat hingga lebih dari 100 persen sehari. Terutama untuk kue kering khas Lebaran seperti nastar, putri salju, kastengel, kue semprit dan kue coklat. “Lumayan, bisa buat lebaran lah,” katanya.

Untuk kue kering jenis nastar, kastengel, kue coklat dan putri salju dijual berkisar antara Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu per toples. Harga akan mendapat diskon jika konsumen membeli dalam jumlah besar.

Perempuan ini mengaku bisnis kue Lebaran hanya dilakukan selama Ramadan saja. Sehari-hari ia menjadi ibu rumah tangga. [ast]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.