INILAH.COM, New York - Minyak mentah di pasar global mengalami aksi profit taking pada perdagangan Jumat (17/8/2012) dengan persediaan minyak AS.
Minyak AS jenis light sweet masih mampu naik 41 sen menjadi US$96,01 per barel untuk pengiriman September. Level ini mendekati level tertinggi pada 11 Mei lalu di US$96,28 per barel. Sementara minyak jenis Brent turun US$1,5 menjadi US$113,71 per baren di London untuk pengiriman Oktobber. Pada pekan ini Brent naik 76 sen. Pelamahan Brent terjadi setelah kontrak pengiriman September berakhir Kamis kemarin.
Pada bulan depan, diperkirakan harga minyak AS dan minyak Brent akan lebih banyak mengalami tekanan. Sepanjang kontrak September, minyak AS telah naik 3,3%.
Kenaikan dipengaruhi poduksi dari North Sea yang terganggu sehingga mempengaruhi kontrak bulan September. Selain itu, ketegangan politik yang memanas di Iran dengan baikot impor minyak oleh AS dan sekutunya sejak Juli lalu.