INILAH.COM, Amman – Riad Hijab, bekas Perdana Meneteri Suriah yang membelot dua minggu yang lalu dan kini tinggal di Yordania, sekarang berada di Qatar, ujar juru bicaranya Jumat (17/8/2012).
Bekas PM yang minggat ke Yordania pada 5 Agustus itu akan kembali ke Yordania setelah berkunjung ke Qatar. "Hijab melawat ke Qatar Kamis untuk kunjungan tiga hari dan akan bicara mengenai rencana-rencana programnya,” ujar Mohammed Otri kepada AFP.
Hijab adalah pejabat tertinggi Suriah yang membelot dari cengkeraman Presiden Bashar al-Assad itu melihat tidak ada titik terang berakhirnya konflik bersenjata di Suriah. Pada hari Selasa pekan ini, ia bebicara kepada pers di Yordania bahwa rezim Suriah sedang limbung dan “pecah”.
“Rezim Suriah hanya mengontrol 30% teritori Suriah. Secara militer, ekonomi dan moral rezim ini sudah kolaps,” ujar Hijab kepada wartawan di Hotel Hyatt di Amman, Yordania.
Hijab yang sebelum dianggat sebagai PM sempat menjabat sebagai menteri pertanian, juga mendesak agar pasukan Assad “tidak menodongkan senjata ke rakyat Suriah.” Posisi PM kini diduduki oleh menteri kesehatan Wael al-Halqi.
Al Ahram Online menyebutkan, AS mencabut sanksi terhadap Hjab dan tak lagi membekukan kekayaannya menyusul pembelotannya itu. Langkah ini ditujukan untuk meyakinkan lingkaran dalam Assad bahwa mereka tidak secara permanen dimasukkan dalam daftar hitam. [tjs]