INILAH.COM, Sinai -- Dewan Syura Mujahidin menampik tuduhan Israel atas keterlibatannya dalam serangan terhadap pasukan penjaga perbatasan Mesir-Palestina di Sinai Utara karena disiarkan tanpa bukti oleh media.
Dalam insiden yang terjadi pada 5 Agustus itu, serangan mendadak kelompok tak dikenal ini menewaskan 16 orang pasukan penjaga perbatasan Mesir dan Jalur Gaza. Inilah serangan maut yang pernah terjadi di Sinai dalam beberapa dasawarsa.
Dalam pernyataan bersama kelompok militan dan milisi jihad lainnya mengatakan bahwa, banyak tuduhan palsu dilansir media hanya berdasar keterangan seorang juru bicara tentara Israel Adraee Avichay, tulis koran Al Ahram, terbitan Kairo, tadi malam (16/8/2012).
Para anggota Dewan Syura Mujahidin juga menolak "tuduhan tak berdasar" terhadap rakyat Palestina pada umumnya, dan mengatakan bahwa tuduhan seperti itu hanya ditujukan untuk membenarkan enam tahun blokade Israel-Mesir di Jalur Gaza.
Dewan Syuro juga mengutuk "kampanye media" yang memojokkan milisi jihad dan menekankan bahwa tujuan milisi jihad satu-satunya adalah “melawan penjajah Yahudi” di Tanah Palestina.
Kelompok jihad mengingatkan media, mereka selalu menghindari konfrontasi dengan tentara Mesir dan menyerang tentara pendudukan Israel pada 18 Juni. [tjs]