INILAH.COM, Berlin - Pemerintah Jerman menyatakan, sebanyak 30 orang kelompok ekstrem Islam meninggalkan negara itu dan melakukan perjalanan ke Mesir dalam beberapa pekan terakhir menyusul panggilan berjihad dari seorang imam salafiyah berpengaruh.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Jerman Jens Teschke mengatakan Rabu (15/8), kaum Salafiyah diminta ulama Austria Mohamed Mahmoud untuk bergabung dengannya di Mesir setelah organisasi ultrakonservatif Islam kelompok Millatu Ibrahim dilarang di Jerman pada Juni lalu.
Koran Jerman Der Spiegel melaporkan pekan ini, bahwa kaum Salafiyah melihat ada kesempatan untuk hidup yang benar menurut Islam atau untuk "melawan kekafiran" pasca-penggulingan Presiden Mubarak di Mesir.
Teschke membenarkan cerita DerSpiegel, dan mengatakan pemerintah Jerman bersikap dengan hati-hati melihat perkembangan ini. Intelijen Jerman dan badan-badan keamanan semakin intensif memantau gerak-gerik kaum Salafiyah, yang jumlahnya sekitar 4.000 orang di Jerman, dalam beberapa bulan terakhir, tulis koran Mesir Al Ahram.
Salafiyah/Salafisme adalah salah satu aliran dalam agama Islam yang mengajarkan syariat Isam secara murni tanpa adanya tambahan dan pengurangan, seperti syariat yang berlaku pada zaman Nabi Muhammad dan para sahabatnya atau generasi setelahnya.