Saya kecewa dengan pelayanan customer service Bank Mandiri Pos Pengumben, Jakarta Barat. Ketika saya hendak membuka rekening baru di bank tersebut, malah dipersulit.
Mula-mula costumer service wanita itu menanyakan nomor telepon rumah atau kantor, berhubung saya tidak memiliki nomor telepon rumah, saya hendak memberikan nomor telepon kantor. Namun saya lupa nomor telepon kantor, karena lebih sering di lapangan.
Saya mencari tahu nomor telepon kantor agak lama, sementara saya mencari nomor telepon kantor saya, seharusnya costumer service tersebut melanjutkan prosedur lainnya. Namun dia tidak mau.
Setelah saya dapatkan nomor telepon kantor, saya langsung diktekan kepada dia, namun dia tidak segera mencatat tapi malah menggerutu.
Saya minta dia segera mencatat nomor telepon kantor saya, karena waktu saya sudah banyak terbuang di bank tersebut, sementara saya juga harus bekerja. Dia bertindak di luar dugaan saya dengan merebut telepon seluler saya dan mencatatnya sendiri.
Menurut saya costumer service wanita itu sangat tidak beretika dan tidak memiliki sopan santun, dengan beraninya berkata tidak sopan dan merebut telepon seluler saya.
Lebih lanjut dia masih bersikap tidak sopan terhadap saya sebagai calon nasabah Bank Mandiri. Dia sempat menyemprotkan pembasmi nyamuk karena di sekitarnya banyak nyamuk, sementara saya yang berada didepannya sedang dalam kondisi hamil.
Setelah dia mengkroscek nomor telepon kantor saya, dia meminta saya mengisi formulir yang harus diisi sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Namun disaat yang bersamaan dia meminjam KTP saya dengan memaksa, untuk difoto copy.
"Boleh saya pinjam KTP-nya bu?," pinta dia.
Saya tak menjawab dan tak memberikan KTP saya, karena saya masih menggunakannya untuk mengisi formulir. Dia kembali meminta, "Saya pinjam KTP-nya bu," ucapnya. Dan saya tetap tak menggubris.
Kemudian dia berkata tidak santun lagi kepada saya. "Kalau ibu ingin saya cepat melayaninya, saya pinjam KTP-nya sekarang untuk difoto copy," ucapnya.
Saya sudah sangat dibuat marah, dan saya bilang, "Kamu harus lebih banyak belajar soal etika, apa lagi kamu bekerja sebagai costumer service bank terkemuka. Bagaimana bisa kamu diterima kerja di sini?" bentak saya.
Dia menyahut, "Saya nggak mau belajar etika sama ibu."
Kemudian saya langsung meminta dipanggilkan pimpinannya sambil membalas ucapannya. "Kamu bukan harus belajar etika sama saya, kamu tanya sama perusahaanmu bagaimana etika melayani costumer yang baik!"
Dia langsung menghilang ke lantai dua, sementara saya menunggu pimpinan bank cabang pembantu itu datang menghampiri saya. Seorang wanita berjilbab dengan sangat ramah menghampiri saya dan menyalami saya.
Saya langsung memprotes sikap costumer service tersebut, saya katakan, sikapnya sangat-sangat tidak sopan dan tidak beradab. Saya jelaskan, saya sudah tercatat sebagai nasabah BNI, BCA, dan BII, dan semua pelayanan di bank itu sangat baik, tidak ada costumer service yang seperti saya jumpai di Bank Mandiri Pos Pengumben.
Pimpinan bank tersebut langsung meminta maaf atas sikap costumer service-nya, juga meminta maaf atas ketidaknyamanan pelayanan bank tersebut. Namun costumer service yang tidak beradab itu tidak meminta maaf secara langsung kepada saya. dia langsung menguap ke lantai dua bank itu dan tak terlihat kembali ke meja costumer service.
Bahkan saya menilai dua satpam di bank itu lebih santun dan ramah kepada saya dari pada costumer service wanita itu.
Alhasil pembukaan rekening saya diproses dengan sangat cepat oleh pimpinan bank itu, dan dia melayani saya dengan sangat ramah dan menyenangkan. Sesekali membahas tentang hal-hal ringan.
Saya berharap Bank Mandiri dimana pun dapat lebih cermat lagi dalam sistem perekrutan tenaga kerja, terutama costumer service. Semoga tidak ada lagi costumer service seperti yang Selasa (14/8) pagi saya jumpai di Bank Mandiri Pos Pengumben.
Laela Zahra
085694885500
xoxo.laelazahra@gmail.com