Jumat, 24 Mei 2013 | 20:27 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Siapa Paul Ryan, Pasangan Romney di Pilpres AS?
Headline
mtv.com
Oleh: TJS
web - Minggu, 12 Agustus 2012 | 01:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Norfolk – Figur wakil presiden yang diusung Partai Republik dalam pemilihan umum presiden AS kali ini terbilang amat krusial. Sebab, saingan yang akan dihadapi adalah pasangan Barack Obama, sang incumbent yang tidak mudah dilawan.

Belajar pada Pemilu 2008, Partai Republik dengan mudah dikalahkan oleh Obama karena saat itu calon yang diusung Republik kalah kuat. Republik menyodorkan John McCain dan Sarah Palin. Figur Palin ketika itu dinilai belum berkompeten untuk menjadi wakil presiden dan sebaliknya banyak ‘dipelesetkan’ menjadi figur pornografi.

Kini Mitt Romney tidak mau salah langkah lagi. Karena itu, ia harus memilih calon wakil presiden yang sepadan dengan kubu Obama. Nama yang dipilih Romney adalah Paul Ryan dari Wisconsin. Dialah figur yang dipercaya bisa menyelamatkan muka Republik.

CNN menulis, Ryan adalah kader Partai Republik yang cukup bersinar. Ia adalah ketua Komite Anggaran di DPR yang menjadi arsitek penyusunan proposal anggaran yang disodorkan Republik. Proposal hasil karyanya itu dikritik oleh Demokrat sebagai anggaran yang tidak pro orang miskin. Namun Republik berkilah justru untuk memberikan jaminan kesehatan dan penghematan anggaran.

Ryan adalah anggota Kongres pertama yang terpilih pada usia 28 tahun dan kemudian dijadikan ikon oleh Republik untuk mengusung program ‘Young Guns”, yakni program rekrutmen kader-kader muda Partai Republik di wilayah-wilayah di mana Republik menderita kekalahan.

Ryan, yang berasal dari Janesville, Wisconsin, adalah seorang sarjana ilmu politik dari Miami University di Ohio pada 1992. Ia merupakan penganut Katolik dan pernah bekerja di sebuah perusahaan konstruksi sebelum terjun di dunia politik.

Di DPR, Ryan merupakan anggota senior Ways and Means Committee, yakni panitia yang berkutat di bidang pajak. Ia dikenal sebagai pengkritik kebijakan Obama yang menerapkan reformasi kesehatan.

Kelemahan Ryan

Pertarungan dengan Obama di pemilu kali ini akan berkutat pada performa ekonomi dan reformasi kesehatan yang diusung oleh Obama. Ini juga yang terus menerus menjadi sasaran kritik Romney terhadap Obama.

Namun, memasang Ryan juga bukan tanpa kelemahan. Proposal anggaran karya Ryan dikritik dan dijadikan bahan olok-olokan sebagai senjata yang bisa mematikan kelompok miskin. Hal itu tampak dari iklan yang dipasang Agenda Project, sebuah LSM politik di AS. Proposal anggaran Ryan dijelaskan dengan gambar seorang pria tengah menjorokkan perempuan tua yang duduk di kursi roda ke dalam jurang. Di gambar itu tertulis, “Apakah Amerika tampak cantik tanpa Medicare? Tanya saja pada Paul Ryan dan koleganya di Kongres.”

Medicare yang dimaksud adalah program asuransi kesehatan yang dikelola oleh pemerintah federal. Program yang diusung Obama ini terutama dirancang untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada orang-orang lanjut usia di Amerika Serikat. Program ini dikritik Republik karena dana yang digunakan untuk membiayai program ini berasal dari anggaran negara bagian. Ini berarti anggaran negara bagian akan terbebani.

Diserang dengan iklan itu, Ryan menyerang balik dengan mengatakan bahwa Obama gagal mengusung reformasi di program-program yang membutuhkan dana banyak.

Isu tersebut akan menjadi perdebatan seru dalam kampanye Pilpres nanti. Namun bagi sebagian kalangan di Republik, isu Medicare justru akan merugikan pihak mereka. Sebab, fokus perdebatan hanya akan berkutat pada proposal yang diusung Ryan dan malah menjauhkan dari pokok kampanye, yakni kursi presiden.

Ryan juga punya kelemahan lain. Antara lain, ia merupakan anggota DPR yang hanya dikenal di wilayah yang dianggap sebagai distrik dengan masa mengambang, tetapi miskin popularitas di tingkat negara bagian. Ia juga tidak mempunyai pengalaman cukup di bidang kebijakan luar negeri.

Itulah yang juga dikhawatirkan banyak kalangan. Akankah pilihan Romney kembali seperti 2008 ketika John McCain memilik Sarah Palin dan kemudian kalah telak oleh pasangan Obama dan Joe Biden. [tjs]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.