Minggu, 19 Mei 2013 | 06:30 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Milisi Suriah Mulai Khawatirkan Sekutu Asing
Headline
ist
Oleh: Bachtiar Abdullah
web - Kamis, 9 Agustus 2012 | 21:17 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Damaskus - Konflik sipil di Suriah tenyata menginspirasi umat Islam dari seluruh dunia, terutama dari negara-negara Arab, untuk membantu saudara-saudara mereka menggulingkan rezim Bashar al-Assad.

Tapi apakah para sekutu asing bakal meletakkan senjata jika Assad lengser? Pemberontak Suriah mulai takut, jika milisiasing yang membantu mereka tidak akan melakukan itu, dan ikut pergi meninggalkan Suriah.

"Milisi asing itu terlalu ekstrim, mereka ingin meledakkan setiap simbol negara, bahkan sekolah," kata Abu Bakar, seorang komandan pemberontak Suriah kepada Reuters.

Kepedulian terhadap sepak terjang milisi asing ini tumbuh di kalangan masyarakat Suriah, meskipun mereka sudah mulai ikut berjuang menantang kezaliman Bashar al-Assad selama 17 tahun terakhir.

Arus bantuan asing yang masuk ke Suriah berupa uang, senjata dan pengalaman bertempur di medang perang, juga menyediakan pesawat tempur yang sebelumnya tidak dimiliki para pemberontak itu.

"Mereka sangat efektif dan rahasia dalam medan perang. Mereka berkoordinasi dengan kami untuk menyerang rezim. Mereka tidak menerima perintah dari siapa pun. Mereka mendapatkan senjata dan bahan peledak yang diselundupkan dari luar negeri yang jauh lebih baik," kata Anwar, seorang pemberontak dari Aleppo.

Bantuan besar-besaran telah membuat pemberontak mampu menahan tentara reguler Suriah dan mereka bisa menolak perundingan damai yang ditawarkan Damaskus. "Kita bersatu padu demi alasan yang sangat jelas: menggulingkan Bashar al-Assad,” ujar Abu Bakar.

Tapi yang membuat perbedaan antara pemberontak Islamis Suriah dan milisi asing terletak pada pemahaman mereka mengenai konflik bersenjata ini. "Tujuan kami pemberontak Islamis adalah untuk membuat masa depan yang baru, bukan untuk menghancurkan segalanya," kata Abu Bakar. "Ketika Bashar jatuh, kita mungkin menemukan medan perang baru terhadap sekutu lama kami."

Ada kekhawatiran bahwa, meskipun pemberontak Suriah berjuang untuk negara Islam, namun banyak pemberontak yang tak paham perang ini terjadi demi tujuan apa yang hendak dicapai. Bahkan sudah semakin disadari perang ini mengerucut menjadi perang sektarian antara kaum Alawiyah-Shiah (diwakili rezim Bashar al-Assad) dan golongan Suni (mayoritas penduduk Suriah).

Pemberontak Suni melawan penguasa Bashar al-Assad yang berasal dari kaum Alawiyah, sebuah cabang dari mazhab Shiah. Pertempuran menjadi semakin runyam, karena kehadiran milisi asing yang ikut berperang dari Afghanistan, Irak, Iran, pemberontak Libya bahkan ada yang mengunakan paspor Eropa. Para milisi asing ini tidak selalu mengaku sebagai orang asing di barisan pemberontak.

Penganut Salafiyah dan Sunni Wahabi Islam berjihad demi golongan muslimin yang terindas. Mereka didukung negara-negara Teluk penganut mazhab Suni yang rajin mengalirkan jutaan dolar, seperrti Kuwait dan Saudi Arabia. Karena itulah para milisi ini bisa membeli bahan peledak dan persenjataan dari luar negeri.

“Ada beberapa batalyon jihad yang bergerak sendiri dan tidak bekerjasama dengan kami, “ tambah pejuang yang ditemui di Aleppo. Sebagian besar pemberontak Suriah adalah kaum Suni yang berasal dari daerah pedesaan miskin di Suriah yang bersemangat menggulingkan Presiden Bashar Assad. Sementara itu, bahu membahu antar pejuang muslim tampaknya mulai dingin, tidak serapat sebelumnya. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.