INILAH.COM, Washington - Pemerintah AS mengizinkan warga negaranya mulai mengumpulkan sumbangan untuk kubu oposisi Suriah. Ini merupakan pembuka jalan untuk membantu langsung para pemberontak.
The Syrian Support Group (SSG), sebuah organisasi berbasis di Washington yang dekat dengan para pemberontak, mendapat izin dari Kementerian Keuangan memulai menggalang dana bagi kubu oposisi.
Gerakan SSG ini diizinkan untuk membantu pemberontak dalam aspek finansial, komunikasi, logistik, atau kalau ditolak pemerintah Suriah, ya sekalian diboikot sesuai dengan sanksi AS terhadap Suriah, tulis koran Inggris Daily Telegraph kemarin (6/8).
Namun izin khusus itu tidak membolehkan SGS memberi bantuan langsung dalam bentuk persenjataan. SSG tak membatasi jumlah uang yang dikumpulkan sejak izin dikeluarkan Kementerian Keuangan akhir Juli lalu.
Di antara aktivitas-aktivitas lain SSG adalah aktif melobi agar intervensi yang dikomandani AS bisa menetapkan zona larangan terbang dan perusakan sistem pertahanan udara Suriah. Pekan lalu, AS meluncurkan program “bukan persenjataan” bagi para pemberontak Suriah dan berhasil menggalang dana US$12 juta, sehingga total bantuan kemanusiaan AS mencapai US$76 juta.
Pemerintah Obama hingga kini masih menolak mendukung pemberontak dengan persenjataan. Langkah lain AS yang penting lainnya adalah bahwa Presiden Obama telah menandatangani perintah yang membolehkan CIA dan badan-badan intelijen lainnya untuk mendukung pasukan oposisi Suriah menggulingkan rezim Bashar al-Assad.
AS juga meminta komunitas internasional membantu pemberontak Suriah dengan kerangka kerja yang disebut kelompok Pertemanan Suriah, dengan negara-negara anggotanya membantu kubu oposisi Suriah dengan cukup signifikan.
Bantuan AS ini tentu sama sekali bukan gratis demi demokrasi di Suriah. Sifat standar ganda AS selalu diterapkan di mana saja, demi hegemoni. Energi berbasis fosil yang dimiliki Suriah tentu menjadi incaran AS. Waspadai juga gerakan pemain baru yang lapar energy: China. [mdr]