Rabu, 19 Juni 2013 | 15:51 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Tutup  
Washington Beri Lampu Hijau Bantu Oposisi Suriah
Headline
IST
Oleh: Bachtiar Abdullah
web - Selasa, 7 Agustus 2012 | 16:59 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Washington - Pemerintah AS mengizinkan warga negaranya mulai mengumpulkan sumbangan untuk kubu oposisi Suriah. Ini merupakan pembuka jalan untuk membantu langsung para pemberontak.

The Syrian Support Group (SSG), sebuah organisasi berbasis di Washington yang dekat dengan para pemberontak, mendapat izin dari Kementerian Keuangan memulai menggalang dana bagi kubu oposisi.

Gerakan SSG ini diizinkan untuk membantu pemberontak dalam aspek finansial, komunikasi, logistik, atau kalau ditolak pemerintah Suriah, ya sekalian diboikot sesuai dengan sanksi AS terhadap Suriah, tulis koran Inggris Daily Telegraph kemarin (6/8).

Namun izin khusus itu tidak membolehkan SGS memberi bantuan langsung dalam bentuk persenjataan. SSG tak membatasi jumlah uang yang dikumpulkan sejak izin dikeluarkan Kementerian Keuangan akhir Juli lalu.

Di antara aktivitas-aktivitas lain SSG adalah aktif melobi agar intervensi yang dikomandani AS bisa menetapkan zona larangan terbang dan perusakan sistem pertahanan udara Suriah. Pekan lalu, AS meluncurkan program “bukan persenjataan” bagi para pemberontak Suriah dan berhasil menggalang dana US$12 juta, sehingga total bantuan kemanusiaan AS mencapai US$76 juta.

Pemerintah Obama hingga kini masih menolak mendukung pemberontak dengan persenjataan. Langkah lain AS yang penting lainnya adalah bahwa Presiden Obama telah menandatangani perintah yang membolehkan CIA dan badan-badan intelijen lainnya untuk mendukung pasukan oposisi Suriah menggulingkan rezim Bashar al-Assad.

AS juga meminta komunitas internasional membantu pemberontak Suriah dengan kerangka kerja yang disebut kelompok Pertemanan Suriah, dengan negara-negara anggotanya membantu kubu oposisi Suriah dengan cukup signifikan.

Bantuan AS ini tentu sama sekali bukan gratis demi demokrasi di Suriah. Sifat standar ganda AS selalu diterapkan di mana saja, demi hegemoni. Energi berbasis fosil yang dimiliki Suriah tentu menjadi incaran AS. Waspadai juga gerakan pemain baru yang lapar energy: China. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.