INILAH.COM, New York - Sidang Umum PBB akhirnya meloloskan resolusi mengenai konflik Suriah yang dimotori Arab Saudi Jumat (3/8) kemarin. Padahal Rusia sudah menyumpahi draft resolusi yang disebut “tak berimbang” dan akan menolak menyetujuinya.
Resolusi yang tak mengikat secara hukum itu memerintahkan rezim Presiden Bashar al-Assad tak mengerahkan tank, artileri berat, helikopter dan pesawat tempur kepada penduduk kota perdagangan Aleppo. Menurut kantor berita RIA Novosti, resolusi ini didukung oleh 133 anggota PBB, 12 negara menolak resolusi, dan 31 negara menyatakan abstain.
Hasil Sidang Umum PBB ini bisa menekan China dan Rusia, namun juga tidak tertutup kemungkinan akan dicueki alias diveto oleh dua negara ini bila draf resolusi yang diusulkan Arab Saudi dibawa ke sidang Dewan Keamanan PBB.
Dari lima anggota Dewan Kemanan PBB, tiga di antaranya negara-negara Barat, yakni Amerika Serikat, Inggris dan Prancis. Kelima negara angota DK itu memiliki hak veto yang bisa mengganjal darft resolusi yang diajukan. China dan Rusia sudah tiga kali memveto draft resolusi Dewan Kemanan PBB tentang Suriah. [mdr]