Kamis, 20 Juni 2013 | 09:58 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Tutup  
Bangladesh Tak Kuasa Lagi Tampung Muslim Rohingya
Headline
Perdana Menteri Sheikh Hasina - timesofummah.com
Oleh: Bachtiar Abdullah
web - Senin, 30 Juli 2012 | 12:35 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Dhaka - Perdana Menteri Sheikh Hasina mengatakan Bangladesh tidak mampu lagi menampung orang Rohingya yang melarikan diri dari penganiayaan di Myanmar.

Dia mengatakan negaranya sudah kelebihan penduduk dan itu bukan tanggung jawabnya untuk membantu semua orang yang datang dari seberang. Hasina melakukan wawancara dengan Al Jazeera, televisi berita yang berbasis di Qatar, Jumat pekan lalu.

Hasina mengatakan sudah ada sekitar 300.000 orang Rohingya yang tinggal di kamp-kamp pengungsi di negaranya. Sejak bentrokan sektarian meletus di negara bagian Rakhine di Myanmar Juni, Bangladesh telah berulang kali menolak orang Rohingya bermukim di negaranya.

Berikut adalah teks lengkap dari wawancara yang unggah di situs Al Jazeera.

Hasina: Terserah pemerintah mereka, jadi Anda harus menekan atau Anda harus berbicara dengan pemerintah Myanmar, bukan ke Bangladesh. Ini bukan tanggung jawab orang Bangladesh, kan?

Al Jazeera: Mereka dalam situasi putus asa dan pasti ada rasa kemanusiaan, ada prinsip-prinsip dasar, prinsip kemanusiaan, prinsip-prinsip moral yang membuat Anda membantu mereka.

Hasina: Bangladesh adalah sebuah negara yang sudah kelebihan penduduk, kita tidak bisa menanggung beban ini. Anda harus menyadarinya. Tapi sekarang beberapa hal sudah membaik., sehingga tidak ada lagi pengungsi yang datang ke Bangladesh.

Al Jazeera: Tapi dalam dua bulan terakhir, kita telah melihat foto-foto penjaga perbataan Bangladesh mendorong orang Rohingya kembali ke Myanmar. Ini sama saja dengan menempatkan mereka dalam bahaya.

Hasina: Tidak, dengarkan, dengarkan. Penjaga perbatasan Bangladesh memperlakukan mereka dengan manusiawi. Mereka menyediakan makanan, obat-obatan , dan uang, dan membolehkan mereka untuk kembali ke rumah mereka sendiri.

Al Jazeera: Tidak membolehkan, tetapi mereka memaksa orang Rohingya untuk kembali ke Myanmar.

Hasina: Tidak, itu tidak benar. Mereka tidak memaksa orang Rohingya. Mereka meyakinkan bahwa, orang Rohingya harus kembali ke negara mereka dan mereka kembali.

Al Jazeera: Perdana menteri, Anda tahu benar bahwa mereka sedang dianiaya di negara mereka sendiri, mereka mencoba melarikan diri dan mereka ditolak masuk ke negara Anda.

Hasina: Nah, mengapa kita harus membiarkan mereka masuk ke negara kita? Kami hanya meminta pengertian mereka, dan kami memberikan mereka segala apa yang mereka butuhkan. Mengapa Anda menanyakan pertanyaan ini? Anda harus menanyakan pertanyaan ini kepada pemerintah Myanmar. Ini bukan tanggung jawab kami, ini adalah tanggung jawab Myanmar.

Al Jazeera: Dan apakah Anda pernah menyatakan keprihatinan Anda kepada pemerintah Myanmar tentang bagaimana Rohingya diperlakukan di negara bagian Arakan?

Hasina: Tentu saja, kita lakukan.

Al Jazeera: Dan apa yang mereka katakan?

Hasina: Ya, katanya mereka menciptakan suasana menyenangkan, mereka menyediakan semua bantuan, semuanya.

Al Jazeera: Apakah Anda benar-benar mempercayai itu?

Hasina: Ya, kenapa tidak?

Al Jazeera: Apakah menurut Anda Rohingya diperlakukan dengan adil di negara bagian Arakan?

Hasina: Ah, saya mengatakan kepada Anda bahwa itu adalah warga negara mereka! Jadi, terserah kepada merekalah.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.