Munculnya satu persatu kasus-kasus penyimpangan penggunaan anggaran sekarang ini membuat sedikit lega, bahwa penegak hukum benar-benar bekerja.
Presiden SBY juga mengatakan bahwa delapan tahun terakhir pemerintahan kepemimpinannya sudah berusaha menata, mengatur dan mengawasi untuk menghindari penyimpangan penggunaan anggaran yang pada akhirnya hanya akan merugikan negara.
Namun ternyata masih ada orang atau pihak yang sepertinya tidak peduli dan menganggap upaya itu hanya angin kosong. Nampaknya Presiden SBY juga prihatin dengan banyak terkuaknya penyimpangan dalam penggunaan anggaran yang melibatkan kalangan eksekutif dan legislatif.
Padahal sudah delapan tahun Pemerintahan SBY suadah menggerakkan pemberantasan korupsi, namun ternyata masih banyak pihak-pihak yang masih tidak peduli.
Memang benar apa yang diucapkan presiden SBY benar, yaitu kata Memprihatinkan! Itulah kata untuk mengungkap maraknya terjadi kasus-kasus korupsi di Indonesia.
Banyaknya kasus korupsi di Indonesia ternyata bukan cuma di level eksekutif pemerintah yang tertangkap tangan melakukan tindak pidana korupsi, namun sudah masuk ke level legislatif sebagai pengawas.
Bahkan yudikatif sebagai penghukum para koruptor pun juga ada oknum-oknumnya yang tertangkap tangan melakukan tindak pidana korupsi ini.
Keprihatinan presiden terhadap penyimpangan dalam penggunaan anggaran yang melibatkan kalangan eksekutif dan legislatif ini harus segara ditindaklanjuti oleh jajaran penegak hukum agar kebocoran anggaran tidak terus terjadi berulang-ulang.
Mursid Wijayanto
Jl. Tongkol Rt.02 Rw.008 No. 32
Rawamangun, Jakarta Timur
mursyid90@yahoo.com