INILAH.COM, Colorado – Peristiwa penembakan brutal yang menewaskan 14 orang dan melukai 50 orang di Aurora, Colorado, AS diyakini tidak terkait terorisme.
Hal itu disampaikan kepala kepolisian setempat Dan Oates dan juru bicara FBI Jason Pack. Aksi yang bisa dibilang pembantaian ini meskipun meresahkan masyarakat tidak disebut terorisme. Masyarakat AS umumnya mengenal terorisme sebagai tindakan yang dilakukan oleh kelompok muslim garis keras.
Presiden Barack Obama dan Ibu Negara Michelle Obama merasa terkejut. Ia mengeluarkan pernyataan sesaat setelah peristiwa tersebut terjadi, “Sebagaimana biasa kita lakukan ketika menghadapi masa-masa kegelapan dan tantangan, kita harus bersatu sebagai keluarga Amerika,” ujar Obama dalam pernyataannya sebagaimana dikutip CNN, Jumat (21/7/2012).
Peristiwa tersebut terjadi saat dilakukan pemutaran perdana film ‘Batman, The Dark Knight Rises’ di sebuah theater di Aurora, Colorado, AS, Jumat (20/7/2012) dini hari waktu setempat.
Kepolisian Aurora menyebutkan 14 tewas dan sedikitnya 50 orang luka-luka terkena tembakan. Seorang tersangka berhasil ditangkap di luar gedung theater di dekat area parkir. Sebuah masker gas dan sepucuk senjata dan pistol ditemukan di dekat tersangka. Kepada polisi ia mengaku mempunyai bom di rumahnya.
Pelaku penembakan diperkirakan pria berusia 20 tahunan dan memakai rompi antipeluru. Para saksi mata sudah dikumpulkan di dalam sebuah areal sekolah untuk dimintai keterangan dan FBI sudah diminta turun tangan. [tjs]