INILAH.COM, Madrid – Demonstrasi kembali pecah di Madrid, Spanyol, Jumat (20/7/2012). Mereka kembali memprotes naiknya beban hidup di negeri itu.
BBC melaporkan, sekitar 10 ribu orang turun ke jalan melakukan aksi damai. Namun, kerusuhan pecah dan polisi menembaki pengunjuk rasa dengan peluru karet. Sebanyak tujuh orang ditangkap dan enam mengalami luka-luka. Selain di Madrid, unjuk rasa juga terjadi di Barcelona dan tujuh kota besar lainnya di Spanyol.
Sebelumnya, pemerintah Spanyol mengumumkan menerapkan kebijakan penghematan besar-besar, termasuk di dalamnya menggenjot penerimaan pajak. Anggaran belanja akan dihemat hingga US$80 selama dua setengah tahun. Kebijakan itu dikeluarkan sehari setelah Uni Eropa mengabulkan pengucuran bailout besar kepada bank-bank di Spanyol.
Pemerintah menyatakan bahwa negara tengah dilanda resesi, mengalami defisit, dan investor ketar-ketir melihat posisi utang. Sedikitnya US$80 miliar penghematan bisa dicapai hingga 2015 dengan cara menaikkan pajak penjualan dan pemotongan anggaran belanja. Pemerintah akan menaikkan pajak pertambahan nilai hingga 3 basis poin menjadi 21%. Penghematan juga dilakukan dengan cara memotong gaji pekerja. [tjs]