INILAH.COM, Jakarta - Saat Ramadan tentunya seluruh umat muslim berkeinginan untuk menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk tanpa halangan apapun. Nah, begitu juga dengan para penderita diabetes.
Sebelum menjalankan puasa, sebaiknya Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter ahli. Pasalnya, makanan dan minuman saat sahur dan berbuka biasanya mengandung kadar gula dan karbohidrat tinggi.
Nah, dr Untung Sudomo, SpPD, dokter spesialis penyakit dalam dari RS Meilia Cibubur memberikan tips jitu bagi penderita diabetes untuk menjalankan puasa. Apa saja?
1. Sebelum atau menjelang Ramadan, gula darah harus sudah terkontrol. Dokter akan menurunkan obat DM 3/4 dosis harian pra Ramadan.
2. Minum pada waktu buka 30-50 cc/kg berat badan bertahap (jangan sekaligus).
3. Makan makanan ringan, jangan terlalu banyak, dan jangan terlalu manis, karena akan membebani kelenjar pankreas (produsen insulin) bekerja berlebihan.
4. Buah segar lebih baik untuk pembuka dibanding semangkuk kolak.
5. Makan sahur harus menjadi kewajiban. Lakukan hal ini mendekati waktu imsak.
6. Pantau gula darah waktu puasa, dan 2-3 jam setelah makan dan minum obat. Lakukan hal tersebut terutama hari-hari pertama puasa.
7. Waspadai tanda-tanda hipo (kadar gula darah terlalu rendah) yang biasanya terjadi sore hari menjelang buka puasa.
Banyak hal yang harus diperhatikan, seperti memprioritaskan pola makan sehat dengan mengonsumsi buah dan sayur mayur, mengukur kadar gula darah secara berkala, menyesuaikan jadwal pemberian obat, serta mengenali gejala penurunan dan peningkatan gula darah.
Bagi penderita diabetes, sebaiknya segera membatalkan puasa apabila gula darah turun menjadi 60 mg/dl. Sementara bagi pemakai insulin sulfonilurea atau glind bisa berbuka bila gula darah turun di sekitar 70 mg/dl di jam-jam awal atau gula darah naik lebih dari 300 mg/dl. [mor]