INILAH.COM, Jakarta - Memperingati Hari Besar Adhyaksa (HBA) ke-52, Kejaksaan Agung (Kejagung) meluncurkan buku tentang kehidupan mantan Jaksa Agung Baharuddin Lopa, yang berjudul 'Apa dan Siapa Baharuddin Lopa,' di Auditorium Binakarna, Bidakara, Jakarta, Senin (16/7/2012).
Jaksa Agung Basrief Arief dalam kesempatannya berharap keteladanan mantan Jaksa Agung tersebut bisa menjadi keteladanan dan memperbaiki citra buruk Kejagung.
”Dalam beberapa kesempatan saya mengatakan akan memilih orang yang berintegritas tapi pengetahuan kurang, daripada pintar tapi tidak berintegritas. Dia jujur, tegas dan tak mengenal keluarga, saudara, jangan takut menegakkan hukum dan jangan takut mati untuk menegakan hukum,“ beber Basrief di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (16/7/2012).
Basrief mengatakan sangat singkat mengenal sosok Baharuddin Lopa, yakni sewaktu dirinya menjadi Kajati DKI. ”Saya diajak untuk membedah kasus. Pada saat ini hukum mendapatkan citra yang kurang baik,“ ucapnya.
Menurutnya buku ini adalah penghargaan kejaksaan dan mengabadikan namanya di salah satu ruangan pertemuan yaitu sasana Baharudin Lopa. “Saya bermimpi seandainya saja, semua rakyat mengambil contoh perjalanan tokoh nasional seperti Baharudin Lopa,“ ucapnya.
Sementara, Ketua Komisi II DPR RI Chairuman Harahap di tempat yang sama, dalam testimoni mengenai sosok Jaksa Agung ke-18 itu dikenal sebagai pendekar hukum dan keadilan serta jaksa yang jujur dan amanah. Ia mengatakan saat menjadi jaksa ia sempat berbincang dengan Baharuddin Lopa mengenai penegakan hukum saat itu Baharudin Lopa telah menjadi Jaksa Agung.
"Banyak kasus yang kita ungkap saat menjadi jaksa di Sulawesi Selatan. Beliau sempat berbicara saat menjadi Jaksa Agung. Apa langkah-langkah yang diambil sebagai Jaksa Agung. Saat itu kriris politik Gus Dur (Presiden ke IV) sudah dalam situasi yang tidak baik. Banyak koruptor yang melarikan ke Luar Negeri. Bagaimana koruptor bisa kita tarik," ucap Chairuman Harahap dalam kenangannya.
Chairuman yang anggota DPR dari Partai Golkar merasa miris mendengar kabar meninggalnya Baharuddin Lopa di Ryad Arab saudi.
"Keadilan itu di potong dan sangat tragis sekali beliau Meninggal di Ryad. Padahal saat berangkat beliau sehat, tapi kita dapat kabar beliau sudah meningal di Ryad," ucap mantan Staf Ahli Jaksa Agung pada tahun 2000.
Chiruman mencontohkan, bahwa sosok Lopa dalam insan Adyaksa, jujur, berani dan adil."Dia mempertaruhkan segalanya. Secara teknis apa yang lakukan. Padahal ketika beliau berangkat ada rencana-rencana besar yang hendak kita perbaiki dalam penegakan hukum,
Selain Chaeruman yang menyampaikan nostalgianya tentang sosok Baharudin Lopa, tampil juga mantan Hakim Agung Benyamin Mangkudilaga, dan eks Ajudan Baharuddin Lopa, Enang Supriyadi Samsi.
Buku setebal 267 halaman itu berisi mengenai sketsa Baharudin Lopa atau Barlop pendekar hukum dan keadilan Indonesia,yang ditulis oleh Hendra Dewanto yang juga Jaksa pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus). [mvi]