INILAH.COM, London - Warga London kesal dengan kehadiran pasukan keamanan yang melakukan operasi di jalan-jalan menjelang pelaksanaan Olimpiade London. Komisi keamanan di Parlemen Inggris mengatakan, Kamis (12/7/2012) malam, semakin mendekati hari H, tekanan semakin tinggi.
Tapi komisi intelijen dan keamanan parlemen membela operasi pasukan keamanan itu, karena ancaman nyata dari gerilyawan Al Qaeda dan kelompok afiliasinya serta kelompok bersenjata yang tak suka dengan kesepakatan damai antara Inggris dan Irlandia Utara.
Dinas intelijen harus bekerja keras mengamankan event olahraga musim panas empat tahunan itu. "Intelijen optimistis bisa mengamankan event ini, meskipun harus tetap waspada, karena jumlah kejadian yang menyasar keamanan nasional menurun sejak 2011,” ujar Maclcolm Rifkind, ketua komisi keamanan dan intelijen parlemen Inggris.
Namun persiapan intens menjelang Olimpiade London yang akan dibuka pada 27 Juli, telah menugasi badan intelijen dalam negeri M15 dan menimbulkan “tantangan kritis bagi semua pihak,” ujar Rifkind.
Kementerian Dalam Negeri Inggris bertanggung jawab atas keamamanan dalam negeri dan akan menekan risiko sekecil mungkin. "Dinas Keamanan memprioritaskan sumber daya yang dimilikinya untuk menghadapi ancaman tertinggi hari demi hari dan telah melakukan persiapan panjang serta menyeluruh untuk memenuhi tantangan keamanan olimpiade musim panas ini," kata seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri.
Revolusi Musim Semi Arab di Timur Tengah, yang mengulingkan pemerintahan Saddam Husein, Moammar Kadafi dan Hosni Mubarak, telah menyita waktu badan keamanan Inggris pada 2011.
"Namun pertanyaannya apakah setelah peristiwa mulai terungkap, badan-badan keamanan harus mengantisipasi kemungkinan kerusuhan yang bakal menyebar dengan cepat di seluruh wilayah Inggris," kata Rifkind.
Bulan lalu, Kepala MI5 Jonathan Evans mengatakan dalam pidato publik pertamanya sejak dua tahun, Al Qaeda akan menyerang negara-negara yang membantu menggulingkan pemerintahan di beberapa negara Timur Tengah selama Revolusi Musim Semi, dengan melatih pemuda-pemuda Inggris radikal untuk menyerang negaranya.
"Dinas Keamanan memprioritaskan untuk menangkal serangan al Qaeda dan afiliasinya dan para gerilyawan Irlandia Utara menjelang atau selama Olimpiade,” tambah Rifkind. [mdr]