Sabtu, 25 Oktober 2014 | 03:30 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Duh... Suku Terbelakang Jadi Hiburan Kulit Putih
Headline
Dailymail.co.uk
Oleh:
web - Rabu, 11 Juli 2012 | 14:47 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Final lari sprint di Olimpiade segera dimulai dan peserta sudah berada di garis start. Tiba-tiba pistol tanda start menyalak, dor……

Apa yang terjadi? ada peserta yang malah kaget dan terdiam. Ada pula yang lari tapi kebingungan mesti secepat apa, akhirnya ia hanya lari-lari kecil saja.

Meskipun habis-habisan diejek penonton yang asik menikmati adegan itu sambil mengunyah hot-dog, para peserta akhirnya bisa juga sampai ke garis finis. Tentu saja atlet sekelas anak sekolahan saja pasti menang melawan pelari-pelari tadi.

Itulah salah satu pemandangan di Olimpiade di St Louis, Missouri, AS pada 1904. Sepertinya, olimpiade modern ke-3 ini tak lebih dari guyonan dan adegan lawak. Tapi ini nyata, karena maklum saja, pesertanya dari negara-negara terbelakang. Ada dari suku pedalaman, bahkan ada pula dari suku kanibal.

Penyelenggara Olimpiade itu tentu saja orang kulit putih Amerika. Dan yang menjadi lawan-lawannya adalah suku asli di benua Amerika, kelompok etnis pedalaman yang didatangkan dari Afrika, Amerika Selatan, Timur Tengah, Filipina, dan jauh di utara Jepang.

Salah seorang peserta dari suku pygmy Kongo, dengan gigi-gigi tajam, bahkan secara resmi disebut sebagai kanibal. Mereka adalah atlet olimpiade yang menjadi eksperiman ras dan sengaja didatangkan untuk membuktikan bahwa kemampuan alami mereka bisa dikalahkan oleh kulit putih Amerika yang ‘beradab’.

Acara ini dirancang oleh James Edward Sullivan, warga New York keturunan Irlandia yang berpendapat bahwa suku-suku pedalaman 'bertempur' satu sama lain, sebagai sajian pembuka untuk Olimpiade. Inilah ajang yang disebut 'Olimpiade Biadab'

Sullivan menyebut, sajian hiburan murahan ini sebagai “Hari Antropologi”. Ia juga mengundang ilmuwan dunia untuk menyaksikan bagaimana peserta dari guinea yang kerempeng bersaing dengan atlet berotot tegap, tentu saja semuanya orang Amerika. Dan, pemenangnya sudah pasti orang-orang kulit putih. [Daily Mail Online/tjs]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER