INILAH.COM, Raha - SMA 2 Raha sebagai satu satunya sekolah berstatus Rintisan Sekolah bertaraf International (RSBI) di kabupaten Muna mematok biaya masuk sekolah yang lebih tinggi dibandingkan sekolah sederajat di Muna.
Diketahui, untuk masuk tercatat sebagai siswa SMA 2 Raha, para orang tua harus merogoh koceknya sebesar Rp.408 ribu. Jumlah ini terhitung lebih tinggi dibandingkan uang masuk di SMA yang biasanya kisaran Rp.300 ribu per siswa baru. Kepala SMA 2 Raha, La Zilu saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, membenarkan jika uang masuk disekolah yang dipimpinnya terhitung lebih tinggi dibandingkan sekolah lain.
“Dana masuk sekolah tersebut berdasarkan perhitungan kebutuhan dan kewajiban siswa baru, “ungkapnya saat ditemui sejumlah awak media,Senin (10/7).
Menurutnya, penyebab naiknya uang masuk sekolah yang menjadi salah satu sekolah favorit di Muna ialah uang pembelian seragam putih abu-abu untuk 444 orang yang tercatat sebagai siswa baru. La Zilu berasalan kebijakan penyediaan seragam abu-abu dengan standard penjahitan oleh sekolah dipandangnya sebagai salah satu cara untuk menghilangkan klasifikasi latar belakang ekonomi yang bisa saja terjadi antara siswa. “Kita ingin menghilangkan perbedaan. Jadi tidak ada bedanya antara anaknya kapolres atau nelayan misalnya, “katanya.
“Seragam tersebut dikelola langsung oleh bidang usaha OSIS SMA 2 Raha, jadi tidak ada campur tangan dari sekolah,” tambahnya
Ia merincikan, dana Rp.408 ribu itu habis untuk membiayai seragam putih abu abu senilai Rp.210 ibu. Seragam olahraga Rp.100 ribu, dana Perpustakaan dan keanggotaan OSIS Rp. 10 ribu, iuran kebersihan Rp.48 ribu, asuransi Rp.20 ribu dan topi RSBI Rp.20 ribu.
Pihak sekolah, sambungnya tidak menutup kemungkinan untuk memberikan keringanan bagi siswa yang tidak mampu membayar jika memang dirasa memberatkan. “Bila tidak mampu akan kita carikan solusi, namun belum ada yang melapor ke sekolah,”pungkasnya. [ton]