INILAH.COM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX dari Fraksi Partai Demokrat, Nova Riyanti Yusuf (Noriyu) mengaku tak mau meninggalkan hak pilihnya di Pemilukada. Padahal seminggu terakhir Noriyu sedang menghadiri Kongres Diaspora di Amerika Serikat (AS).
"Hari ini pulang ke Indonesia, semalam penutupan Kongres Diaspora," ujar Noriyu kepada INILAH.COM, Selasa (10/7/2012).
Menurutnya, Pilgub DKI Jakarta merupakan agenda penting yang tak boleh dilewatkan. Pasalnya dirinya diawal deklarasi pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli adalah orang yang ditunjuk sebagai juru kampanye Foke-Nara.
"Sesudah kemarin penutupan Kongres Diaspora Indonesia, tepat waktu untuk kembali ke Jakarta Rabu pagi dan tepat berangkat ke TPS," imbuhnya.
Noriyu menjelaskan, kehadirannya di kongres Dispora itu atas undangan dari Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, yakni Dino Patti Djalal, untuk menghadiri Congress of Indonesian Diaspora (CID) di Los Angeles, Amerika Serikat (6-8 Juli 2012).
Tema CID adalah Connecting Indonesian Voices, Ideas and Skills to the World dan Connecting Opportunities, Empowering Communities and Building Destinies.
"Salah satu aspirasi dari masyarakat diaspora Indonesia adalah DPR RI, selaku lembaga tinggi negara yang menampung aspirasi masyarakat, dapat mengirimkan wakil pada acara CID tsbt krn dipandang sangat relevan dan tepat untuk dapat mendengar aspirasi diaspora Indonesia, sekaligus memberikan pandangan. Salah satunya terkait kewarganegaraan dan keimigrasian," paparnya.
Selain dirinya yang hadir, ikut juga beberapa perwakilan DPR seperti, Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso selaku Ketua Kaukus untuk Amerika Serikat pada DPR RI, Hayono Isman, Nurul Arifin, Taslim, Aboe Bakar, Suhartono Wijaya, dan M.Azis Syamsuddin.
Lebih lanjut, dia menambahkan, CID ditargetkan untuk dihadiri 3000 peserta diaspora Indonesia yang tidak hanya berasal dari AS tetapi juga diaspora Indonesia yang berada di negara-negara lain.
"Berada langsung dalam kongres ini, saya melihat antusiasme para peserta (dalam berbagai sesi diskusi terkait bisnis, usaha, kekuatan "soft power", ketenagakerjaan, keimigrasian & kewarganegaraan, dll), kerinduan mereka akan tanah air, rasa keingintahuan tentang berbagai perkembangan kebijakan di tanah air, dan lain-lain," ungkapnya.
Acara CID ini adalah kongres pertama, namun Noriyu berharap tahun depan akan berlangsung CID II. Untuk itu diharapkan acara ini tidak hanya menjadi sekadar ajang reuni diaspora
"Dengar pendapat diaspora Indonesia dengan stakeholders tanpa membuahkan hasil konkret padahal begitu banyak stakeholders dari iNdonesia yang khusus menghadiri," tandasnya. [ton]