Senin, 20 Mei 2013 | 23:11 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PPK Tidak Mengetahui Soal Korupsi Kitab Suci
Headline
foto: Ilustrasi
Oleh: Firman Qusnul Yakin
web - Rabu, 11 Juli 2012 | 03:22 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan Al-Qur'an Kementerian Agama 2010-2011, Aswanto mengklaim tak tahu menahu adanya korupsi dalam proyek pengadaan Al-Quran. Bahkan Ia tak mengetahui siapa yang memenangkan tender pengadaan kitab suci itu.

"Saya tidak tahu soal itu," kata Aswanto usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Selasa malam (10/7/12). Aswanto menjalani pemeriksaan hampir sekitar 12 jam. Dia mengaku diperiksa tim penyidik terkait kewenangannya sebagai PPK.

"Saya diperiksa kewenangan saya sebagai ketua PPK," ujarnya. Kepada penyidik, Aswanto mengaku menjelaskan tugasnya selaku PPK. Dia mengaku hanya menghitung jumlah pengadaan Al-Qur'an. Soal jumlah pengadaan, menurutnya sudah sesuai yang disyaratkan dalam kontrak pengadaan.

Aswanto yang hadir memenuhi pemeriksaan mengenakan kemeja batik coklat lengan panjang tampak lesu seusai pemeriksaan. "Saya lupa berapa pertanyaan yang diajukan kepada saya," katanya.

Sebelumnnya, KPK telah menetapkan anggota Komisi VIII asal partai Golkar Zulkarnaen Djabar dan Dendy Prasetya selaku Direktur Utama PT Sinergi Alam. Keduanya diduga menerima suap Rp4 miliar dalam dua proyek Kementerian Agama pada tahun anggaran 2011 itu.

PT Sinergi yang dipimpin Dendy adalah perusahaan yang memenangi tender pengadaan Al-Quran sekitar Rp20 miliar dan proyek alat laboratorium madrasah tsanawiyah Rp 30 miliar. [ton]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.