INILAH.COM, Kairo – Pimpinan militer Mesir menegaskan keputusannya untuk membekukan parlemen harus tetap dilaksanakan. Ini merupakan sinyal bahwa militer tidak akan tunduk begitu saja kepada Mursi. Sekaligus, untuk kesekian kalinya, membuka front antara rakyat dengan militer.
Penegasan militer ini disampaikan untuk menanggapi dekrit Presiden Mohammed Mursi yang mengaktifkan kembali parlemen yang telah dibekukan militer. Demikian, laporan BBC di Kairo, Selasa (10/7/2012).
Sikap militer tersebut mendapat reaksi keras dari rakyat, terutama pendukung utama Mursi. Ribuan warga kembali berkumpul di alun-alun Tahrir menentang penegasan militer tersebut. Ikhwanul Muslimin, organisasi paling berpengaruh di Mesir yang juga pendukung Mursi, menyatakan siap mengerahkan jutaan massa untuk kembali turun ke jalan.
Ini berarti rakyat kini berhadapan langsung dengan militer dan secara tegas menyatakan berada di belakang Mursi. Militer menyatakan bahwa semua undang-undang dan aturan negara harus dihormati. Karena itu, pembekuan parlemen harus tetap dilakukan.
Selama ini, militer berdalih membekukan parlemen untuk menegakkan undang-undang. Sebab, parlemen saat ini yang terbentuk dari hasil pemilu tahun lalu tidak sah dan melanggar undang-undang. Karena itu, militer layak mengambil alih.
Rakyat tidak sependapat dengan militer dan balik menuding bahwa justru langkah militer itulah yang melanggar undang-undang. [tjs]