Minggu, 26 Mei 2013 | 09:40 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Felix Sindhunata
Saham Berbasis Domestik Jadi Tujuan Investor
Headline
Inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
web - Selasa, 10 Juli 2012 | 03:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Di tengah tingginya risiko eksternal, saham-saham berbasis konsumsi domestik dinilai jadi tujuan utama para investor. Karena itu, waspadai saham-saham orientasi ekspor.

Kepala Riset Henan Putihrai Securities Felix Sindhunata mengatakan hal itu kepada INILAH.COM. Menurutnya, secara fundamental, valuasi Price Earnings Ratio (PER) 2013, IHSG sebesar 13,42 kali dan sektor industri berbasis konsumsi domestik masih menjadi tujuan investasi para investorseperti sektor consumer goods, properti, industri dasar, dan aneka industri.

Dia merekomendasikan tujuh saham pilihannya UNVR, ASII, UNTR, ITMG, BMRI, BBNI, dan INDY.“Saya melihat potensi IHSG untuk menguat tapi cenderung terbatas. Alasannya, ya itu tadi, pergerakan pasar di tengah risiko pasar finansial global yang masih tinggi,” ujarnya.

Pada perdagangan Senin (9/7/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 70,15 poin (1,73%) ke posisi 3.985,045 dengan intraday tertinggi 4.038,393 dan terendah 3.976,363. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang turun 13,99 poin (2,01%) ke angka 680,548.Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG melemah dan kembali ke bawah level psikologis 4.000. Apa artinya secara fundamental?

Menandakan kehati-hatian pasar masih sangat tinggi.Lihat saja, penguatan dolar AS yang jadi symbol safe haven, terhadap beberapa mata uang dunia yang menunjukkan tren konsolidasi sejak pertengahan Mei 2012, diperkirakan masih berpotensi berlanjut. Potensi berlanjutnya penguatan dolar AS,seiring kebijakan moneter yakni penyaluran likuiditas untuk menstabilkan krisis utang di Eropa melalui sistem perbankan.

Meski alokasi investasi aset global pada safe haven instrument terlihat berkurang, namun bobot alokasi aset masih terdominasi pada high quality asset yang mencerminkan risiko pasar yang masih tinggi. Dari Asia,penguatan dolar AS juga masih terlihat meskipun European Central Bank (ECB) telah menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke 0,75% dengan harapan menstimulus pertumbuhan ekonomi.

Pasar melihat negatif aksi ECB itu?

Penurunan suku bunga ini diperkirakan tidak akan memiliki dampak signifikan pada aktivitas ekonomi. Pemangkasan suku bunga, justru mendudukan ECB jadi tidak memiliki amunisi dari sisi kebijakan suku bunga di tengah risiko inflasi yang cenderung meningkat. Akibatnya, pasar Asia pun menanggapi hal ini dengan kekhawatiran akan lebih terganggunya ekspor ke Eropa akibat kondisi ekonomi yang terus merosot.

Ada indikator lain yang memperkuat bukti bahwa kehati-hatian pasar sangat tinggi?

Kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi yang bersumber pada krisis ekonomi di Eropa, juga terlihat pada pergerakan The Volatility Index (VIX). Saat pasar yang tadinya mulai tenang menjadi kembali khawatir dalam merespon kondisi ekonomi. Hal ini mensinyalkan pelaku pasar lebih berhati-hati menanggapi kondisi ekonomi saat ini.

Bagaimana imbasnya pada Bursa Efek Indonesia (BEI)?

Posisi net sell asing di pasar saham sejak awal bulan Juni hingga penutupan market akhir pekan lalu tercatat sebesar Rp430 miliar. Hal ini menurun dari posisi net sell pada bulan Juni yang mencapai Rp1,9 triliun, sementara pada awal Juli ini tercatat posisi net buy asing senilai Rp1,5 triliun.Di tahun 2012, investor asing masih membukukan posisi net buy Rp3,3 triliun.

Bagaimana dengan kondisi SUN?

Kepemilikan asing terhadap Surat Utang Negara (SUN) sejak awal Juli meningkat menjadi Rp226 triliun dari Rp224 triliun di bulan Juni 2012. Posisi net buy asing pada SUN tercatat sebesar Rp2,4 triliun sejak Juni hingga awal Juli.

Sementara di awal Juli, transaksi net buy asing pada SUN tercatat senilai Rp2,48 triliun atau meningkat dari net sell Rp80 miliar selama bulan Juni. Posisi kepemilikan asing pada investasi di Indonesia mengindikasikan bahwa meski investor mulai tertarik pada asset berisiko seperti saham, namun investor tetap berhati-hati dalam mencermati asset berisiko dan tetap menjaga kepemilikan pada high quality asset dalam hal ini SUN.

Bagaimana dengan fundamental makro ekonomi Indonesia sendiri?

Potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dikatakan cukup baik. Karena itu, investor masih percaya untuk berinvestasi di Indonesia. Meski terdapat risiko pelambatan ekonomi di tahun 2012, namun secara umum kondisi makro ekonomi masih lebih baik jika dibandingkan dengan negara lain.

Lantas, bagaimana Anda melihat arah IHSG hingga akhir pekan ini?

Saya melihat potensi IHSG untuk menguat tapi cenderung terbatas. Alasannya, ya itu tadi, pergerakan pasar di tengah risiko pasar finansial global yang masih tinggi.

Posisi valuasi IHSG sendiri bagaimana?

Secara fundamental, valuasi Price Earnings Ratio (PER) 2013, IHSG sebesar 13,42 kali dan saya menilai sektor industri berbasis konsumsi domestik masih menjadi tujuan investasi para investor.Antara lain, sektor consumer goods dengan PER 2013 di level 22,40 kali, properti dengan PER 15,04 kali, industri dasar dengan PER 14,41 kali, dan aneka industri dengan PER 12,93 kali. Sementara sektor yang berorientasi ekspor seperti pertambangan dengan PER 2013 di posisi 9,10 kali dan perkebunan dengan PER 2013 di posisi 9,93 kali memiliki valuasi yang relatif murah.

Saham-saham pilihan Anda?

Saham yang layak dicermati dalam sepekan ke depan, antara lain, PT Unilever Indonesia (UNVR) dengan target price Rp21.740 dan PER 2013 di level 35,11 kali.Lalu, PT Astra Internasional (ASII) dengan target harga Rp7.800 dan PER 13,20 kali; PT United Tractor (UNTR) dengan target harga Rp26.450 dan PER 11,77 kali; PT Indo Tambang Raya (ITMG) dengan target harga Rp39.300 dan PER 11,22 kali;

PT Bank Mandiri (BMRI) dengan target harga Rp8.250 dan Price to Book Value Ratio (PBV) 2013 di level 2,02 kali; PT Bank Negara Indoensia (BBNI) dengan target harga saham Rp4.470 dan PBV 2013 di angka 1,51 kali; dan PT Indika Energy (INDY) dengan target harga Rp2.500 dan PER 2013 di posisi 7,13 kali.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.