Kamis, 31 Juli 2014 | 14:23 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Penerbangan Murah Kembali ke Bandara Don Mueang
Headline
ist
Oleh: Bachtiar Abdullah
web - Kamis, 5 Juli 2012 | 11:59 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Bangkok - Menteri Keuangan Thailand Kittirat Na-Ranong Rabu (4/7/2012) mengumumkan bahwa bandar udara Don Mueang akan dibuka kembali untuk penerbangan komersial pada 1 Agustus, dan bukan 1 Oktober seperti rencana semula.

"Setelah dibuka lagi, bandara Don Mueang akan menjadi salah satu sumber penting pendapatan negara, selain bandara Suvarnabhumi bandara," kata Kittirat Rabu pagi seusai rapat koordinasi dengan para menteri ekonomi Thailand. Kittiratt juga menjabat sebagai deputi Perdana Menteri bidang ekonomi.

Bandara Dong Mueang sebenarnya adalah pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Thailand yang juga dipakai untuk penerbangan komersial selama puluhan tahun. Di bandara ini pesawat Garuda Indonesia “Woyla” pernah dibajak oleh teroris Indonesia yang menyebut diri“Komando Jihad” pada tahun 1981.

Bandara ini mulai digunakan oleh AU Thailand pada 27 Maret 1914, dan digunakan untuk penerbangan komersial pada 1924. Bandara Don Mueang Internasional ditutup pada 2006, bersamaan dengan pembukaan bandara moderen Suvarnabhumi, sekitar 25 km dari Bangkok. Namun setahun kemudian, Maret 2007, bandara Don Mueang dibuka lagi untuk penerbangan komersial setelah direnovasi.

Don Mueang tadinya adalah bandara pengumpan tujuan penerbangan di Asia dan markas dari Thai Airways International, perusahaan pembawa bendera Thailand. Pada masa kejayaannya, bandara Don Mueang mampu menampung 80 maskapai penerbangan yang mengoperasikan 160.000 penerbangan dan menangani 38.000 penumpang serta 700.000 ton kargo dalam setahun. Don Mueang pernah menduduki peringkat 18 bandara tersibuk di dunia dan nomor 2 di Asia menurut jumlah penumpang.

Bandara Suvarnabhumi yang moderen kini mulai penuh sesak, tak mampu lagi menampung jumlah penumpang yang terus meningkat. Tahun ini diperkirakan penumpang di Suvarnbhumi akan mencapai 48 juta, padahal kapasitasnya hanya untuk melayani 45 juta penumpang setahun.

Perdana Menteri Yingluck Shinawatra kesal dengan sesaknya bandara Suvarnabhumi dan memerintakan agar semua penerbangan murah pindah kembali ke Don Mueang. Pemerintah dan otoritas bandara Thailand tadinya merencanakan perpindahan itu pada 1 Oktober 2012, namun Menkeu Kittaratt mengumumkan Don Mueang dibuka lagi pada 1 Agustus 2012.

Don Mueang adalah bandara pengumpan bagi maskapai Thailand Nok Air (milik BUMN Thailand) dan Orient Thai Airlines. Namun bandara ini juga akan digunakan maskapai Thai AirAsia lagi karena jumlah penerbangannya yang mencapai 90 penerbangan per hari di Suvarnabhumi dirasakan terlalu sesak. Pesawat AirAsia harus berputar-putar selama 10 menit sebelum mendarat, dan ini bila dihitung dengan konsumsi bahan bakar menelan biaya US$ 1 juta setiap hari.

Air Asia dengan gembira menerima perintah memindahkan operasi penerbangannya ke Don Mueang, apalagi pemerintah dan otoritas bandara sudah memerintahkan efektif pindah pada 1 Agustus.

Tentu tak semua mulut seragam setuju. Bahkan turis asing pun mulai unjuk mulut dengan mengatakan fasilitas transportasi dari Don Mueang ke kota Bangkok masih lebih moderen dari Suvarnabhumi ke Bangkok. Tersedianya kereta ekspres yang murah dari Suvarnabhumi ke Bangkok sudah memanjakan turis asing. Kereta ekspres hanya perlu menempun perjalanan 18 menit, sementara dengan taksi meter perlu waktu sejam atau lebih kalau tiba-tiba dihadang kemacetan.

Sedangkan dari Don Mueang, yang lebih dekat dengan kota Bangkok, tidak tersedia Bangkok Mass Transit System, sejenis Mass Rapid Transit di Singapura. Tapi jangan khawatir, tentu tersedia banyak taksi yang seharusnya lebih murah daripada ongkos ke Suvarnabhumi. [dari berbagai sumber]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER